Dark/Light Mode

Jalan Sore, Ridwan Kamil Telusuri Jakarta Bareng Teman Disabilitas

Jumat, 13 September 2024 19:06 WIB
Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil menyusuri jalanan kota Jakarta bersama teman-teman disabilitas. Kegiatan dengan tema Jejak Langkah Inklusi ini dilaksanakan Ridwan Kamil pada Jumat (13/9/2024).
Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil menyusuri jalanan kota Jakarta bersama teman-teman disabilitas. Kegiatan dengan tema Jejak Langkah Inklusi ini dilaksanakan Ridwan Kamil pada Jumat (13/9/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil menyusuri jalanan kota Jakarta bersama teman-teman disabilitas. Kegiatan dengan tema 'Jejak Langkah Inklusi' ini dilaksanakan Ridwan Kamil pada Jumat (13/9/2024).

Bertolak bersama teman disabilitas menggunakan TransJakarta, Kang Emil terlihat berbincang santai dengan rekan-rekan penyandang disabilitas. Canda tawa terselip dalam kegiatan tersebut.
 
"Pada Jejak Langkah Inklusi ini, penyandang disabilitas diharapkan dapat berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi serta harapan secara langsung kepada RIDO, khususnya terkait kenyamanan teman-teman disabilitas dalam menggunakan transportasi umum di wilayah Jakarta," ujar Ridwan Kamil di dalam TransJakarta.

Selain mendengarkan aspirasi dari kelompok yang kerap terlupakan, kegiatan tersebut juga bertujuan memantau langsung implementasi kartu layanan gratis dan tarif integrasi angkutan umum. Kang Emil juga ingin melihat sejauh mana teman disabilitas bisa mengakses fasilitas umum yang ramah bagi mereka. 

Baca juga : Ridwan Kamil Bertemu Sutiyoso, Heikal Safar Optimis Jakarta Bakal Maju

"Hari ini saya menampung aspirasi dari teman disabilitas. Akan saya simak curhatan-curhatannya, salah satunya tentang mobilitas, bagaimana bergerak dari rumah ke tempat kerja, tentu saat menggunakan transportasi. Kenapa tadi kita tes bersama-sama, menggunakan TransJakarta, bagaimana mereka sebagai warga tentu punya hak yang nyaman dalam melakukan mobilitas. Ciri kota yang baik adalah kota yang adil buat semua, buat lansia, buat anak kecil, buat penyandang disabilitas," papar dia. 

Untuk menghadirkan kenyamanan, Kang Emil ingin memperluas jangkauan TransJakarta melampaui batas-batas wilayah, seperti ke Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Dengan begitu, mobilitas 3-4 juta orang yang tidak berdomisili di Jakarta bisa menjadi _seamless_. 

"Kebutuhan transportasi menjadi sebuah urgensi karena di Undang-Undang DKJ yang baru Jakarta harus jadi 'papah asuh' dari aglomerasi Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor," papar dia. 

Baca juga : Aksi Relawan Mas Gibran Di Jakarta, Bagi Sembako Dan Cukur Gratis

Saat Kang Emil dan rekan-rekan disabilitas turun di Halte Tosari, Jakarta Pusat, sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Azalia Hall di Jl. Teluk Betung, sekitar 500 meter dari pemberhentian TransJakarta, ia sempat mendengarkan aspirasi, salah satunya ada banyak dari mereka yang belum dapat kartu subsidi. 

"Mungkin masalah birokrasi. Jadi keberpihakannya pemerintah ada, tapi penerima manfaat belum mendapat kartunya. Ini masukan baik terkait implementasi lapangan," ucap dia. 

Penjaringan aspirasi, masukan, dan harapan ini berlanjut setelah rombongan tiba di ruang pertemuan Azalia. “RIDO menginginkan kota Jakarta menjadi lebih maju dan ramah bagi warganya. Infrastruktur TransJakarta sudah sangat berkembang. Kami ingin agar pelayanannya terus dapat ditingkatkan, termasuk bagi rekan-rekan penyandang disabilitas. Kami juga mencoba menangkap hal-hal yang menjadi keresahan mereka terkait keamanan di jalan, apakah jalan-jalan di Jakarta sudah ramah bagi penyandang disabilitas, dan apa-apa saja yang perlu ditingkatkan” kata RK.

Baca juga : Jadikan Jakarta Kota Global, Ini Janji Ridwan Kamil Kepada Masyarakat Betawi

Menurut survey Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) ‘Menuju Transportasi Jakarta Ramah Disabilitas’ di Desember 2021, isu utama penyandang disabilitas yakni infrastruktur pejalan kaki yang tak dapat menjamin keamanan menuju titik transportasi umum.

Minimnya aksesibilitas dan ketersediaan angkutan umum yang dekat membuat penyandang disabilitas terpaksa bergantung kepada moda transportasi online yang lebih mahal. 

Survey tersebut juga menunjukkan transportasi umum di Jakarta masih belum bisa dibilang ramah terhadap penyandang disabilitas. Sebanyak 52,4 persen responden menyebutkan TransJakarta belum inklusif, dan sedikit sekali responden (4,8 persen) yang menyatakan moda transportasi tersebut sudah inklusif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.