Dark/Light Mode

Hitung Cepat Pilkada Malut Disorot Netizen

Minggu, 1 Desember 2024 07:25 WIB
Pasangan Cagub dan Wacagub Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe. (Foto: Istimewa)
Pasangan Cagub dan Wacagub Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemenangan Sherly Tjoanda yang berpasangan dengan Sarbin Sehe di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Maluku Utara (Malut) jadi sorotan di media sosial (medsos). Pasalnya, Sherly masuk di detik akhir kompetisi menggantikan suaminya, Benny Laos, yang meninggal karena kecelakaan.

Pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melalui akun X miliknya, @burhanuddinmuhtadi menyatakan, keheranan netizen soal kemenangan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe di Pilkada Provinsi Malut bisa dipahami karena sejumlah faktor. Mulai dari etnis, agama, hingga masa kompetisi yang singkat.

Namun, lanjut Burhanuddin, hasil quick count atau hitung cepat membuktikan, masyarakat Malut menjatuhkan pilihan kepada pasangan yang diusung koalisi Partai NasDem, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Buruh, PAN, PKB, PSI dan PPP.

Baca juga : 470.102 Pekerja Di DKI Belum Terlindungi BPJS

“Sherly diprediksi menjadi gubernur perempuan Tionghoa dan Kristen pertama di daerah mayoritas muslim. Ke depan, saya juga membayangkan ada gubernur muslim di provinsi mayoritas non-muslim,” ujar Burhanuddin, dikutip Sabtu (30/11/2024).

Dari hasil quick count Indikator Politik Indonesia, jelas dia, pasangan nomor urut 4 Sherly-Sarbin unggul telak dengan perolehan 50,73 persen suara. Sementara, para rivalnya, yakni Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan memperoleh 25,32 persen suara, Aliong Mus-Sahril Thahir 11,40 persen dan Muhammad Kasuba-Basri Salama meraih 12,55 persen.

Menurut Burhanuddin, simpati publik atas kematian sang suami, Benny Laos, bukan satu-satunya faktor kemenangan Sherly. Sebab, Sherly mampu menunjukkan kelasnya saat berada di panggung debat Pilkada Malut.

Baca juga : The Citizens Diprediksi Remuk

“Saya (juga) kaget pas lihat dia debat cagub. Sangat menguasai data dan artikulatif. Ternyata, dia alumni kampus di Belanda dan aktif di HKTI,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin meyakini, pasangan Sherly-Sarbin akan memanfaatkan jabatan yang mereka emban dengan baik. Sebab, perhatian dan sorotan publik kepada pemimpin yang minoritas, umumnya sangat tajam.

“Saya punya teori, kepala daerah dari kalangan minoritas akan bekerja lebih maksimal. Sebab, jika kinerjanya jelek, dia tidak bisa berlindung dari kesamaan identitas dengan mayoritas warganya,” tuturnya.

Baca juga : Megatron-Bukilic Menggila

Terpisah, Calon Gubernur (Cagub) Malut Sherly Tjoanda mengatakan, hasil quick count yang dirilis sejumlah lembaga survei di Pilkada Provinsi Malut merupakan cerminan dari kemenangan rakyat Malut.

“Kami mengucapkan puji syukur, ini kemenangan rakyat Maluku Utara. Hasil quick count sangat akurat, biasanya inisiasinya sekitar 2 persen dengan hasil akhir penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujarnya.

Sherly mempercayai hasil quick count yang kerap digunakan dalam politik modern. Terlebih, hasil survei yang dilakukan timnya, satu pekan sebelum hari pencoblosan, hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil quick count.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.