Dark/Light Mode

Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano, Qodari Titip Perbaikan Kehidupan Warga Jakarta

Minggu, 15 Desember 2024 12:09 WIB
Foto: Rizki Syahputra/RM.
Foto: Rizki Syahputra/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemenangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024 tidak digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari, menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan calon nomor urut 03 tersebut.

Qodari berharap, di bawah kepemimpinan Pramono-Rano, Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dapat menjadi lebih baik. Keduanya Diharapkan bisa membawa kemajuan.

“Saya mengucapkan selamat atas kemenangan Pramono dan Rano Karno dalam Pilkada Jakarta. Mudah-mudahan pemerintahan Pramono dan Rano bisa membawa perbaikan bagi kehidupan masyarakat di Jakarta,” ujar Qodari kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).

Qodari juga mengucapkan selamat kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang telah mengikuti kontestasi Pilkada Jakarta dengan tertib, serta menyampaikan gagasan dan program untuk perbaikan pembangunan di Jakarta.

Secara khusus, Qodari mengapresiasi pasangan Ridwan Kamil-Suswono atas sikap legawa mereka yang menerima kekalahan dengan tidak mengajukan gugatan ke MK, meskipun sebenarnya masih memiliki peluang untuk melakukannya.

“Kalau kita lihat, suara Pramono-Rano yang 50,07 persen itu sebenarnya sangat kecil selisihnya dengan angka 50 persen Namun, Ridwan Kamil dan Suswono memutuskan untuk tidak mengajukan gugatan,” lanjutnya.

Padahal, kata Qodari, jika Ridwan Kamil-Suswono mengajukan gugatan ke MK, Pilkada Jakarta masih ada potensi berjalan dua putaran.

Baca juga : Gubernur Pramono Anung Tinggal Nunggu Ketok Palu

Pasalnya, selisih kemenangan Pramono-Rano dengan angka minimal kemenangan yang mensyaratkan 50 + 1, sangat tipis sekali.

Pilkada Jakarta, berbeda dengan daerah lain. Jika daerah yang lain, pemungutan suara mayoritas sederhana, suara yang tertinggi menjadi pemenang.

“Kalau Jakarta itu mayoritas absolut, harus 50 persen lebih. Kalau di daerah lain sengketa itu diajukan oleh paslon yang suara terbanyak kedua kepada suara yang terbanyak pertama yang selisihnya itu tertentu antara satu sampai dua persen,” jelasnya.

“Nah kalau di Jakarta untuk menentukan pemenang itu bukan suara terbanyak semata-mata tetapi harus 50 persen + 1,” sambungnya.

DijelaskannQodari, yang menjadi dasar argumentasi gugatan ialah bukan selisih suara 10 persen antara Pram-Rano dengan Ridwan Kamil-Suswono, melainkan selisih suara Pram-Rano yang hanya 0,07 persen dengan batas minimal kemenangan 50 persen +1.

“Jadi yang dinilai bukan untuk kemenangan selisih Pram Rano dan Ridwan Kamil yang 10 persen, tetapi antara suara Pramono-Rano dengan angka batas pemenang 50 persen yang itu adalah 0,07 dan itu yang tidak dimohonkan atau digugat oleh Ridwan-Suswono,” terang Qodari

Dalam konteks itu, Qodari menilai sikap Ridwan Kamil-Suswono patut diapresiasi di tengah masih banyak kontestan Pilkada 2024 yang tetap mengajukan gugatan ke MK, meskipun selisih suaranya jauh lebih besar.

“Berbeda dengan kejadian di tempat lain atau kontestasi lain yang selisihnya bisa sampai 30 persen hingga 40 persen, tetapi masih mengajukan gugatan. Jadi, ini apresiasi yang luar biasa kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono,” ungkapnya.

Baca juga : Terima Hasil Pilkada, Kang Emil Ucapkan Selamat Kepada Pramono-Rano Karno

Senada dengan Qodari, pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, memberikan apresiasi atas sikap pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang mengakui kekalahan dengan legowo dan menerima keunggulan lawannya.

Menurut Surokim, sikap ini tidak mudah, terutama mengingat pasangan nomor urut 01 tersebut diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang terdiri dari banyak partai besar.

“Tidak gampang loh ya punya sikap legowo seperti itu. Apalagi dalam konteks Jakarta, beban moral yang dimiliki oleh Ridwan Kamil dan Suswono itu luar biasa besar, karena diusung oleh partai-partai dalam koalisi super gemuk. Menyingkirkan ego itu adalah bagian dari praktik kenegarawanan yang luar biasa, sehingga sikap ini layak diapresiasi,” ujar Surokim.

Dikatakan Surokim, pengakuan kekalahan secara lapang dada menunjukkan sifat kenegarawanan seorang politisi, sehingga sikap ini patut dicontoh oleh kandidat lain.

“Di atas prinsip kontestasi, kemampuan untuk mengakui kekalahan, menerima dengan lapang dada, dan mengakui kemenangan lawan menunjukkan kelas seorang politisi. Ini memberikan nilai lebih dalam praktik kenegarawanan,” tegasnya.

Surokim menyebut bahwa tindakan ini menjadi teladan dalam politik yang patut diapresiasi.

Menyingkirkan ego diri mereka sehingga bisa melampaui situasi sulit, khususnya dalam konteks Jakarta yang tekanannya lebih berat dibanding daerah lain.

"Jika mereka bisa melakukannya, semestinya ini bisa menjadi contoh bagi kandidat lain,” tambahnya.

Baca juga : RIDO Batal Gugat Hasil Pilgub, Pramono-Rano Ajak Kolaborasi Bangun Jakarta

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun kalah, Ridwan Kamil dan Suswono tetap mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya warga Jakarta, berkat keikhlasannya menerima kekalahan.

“Mungkin dalam konteks ini Ridwan Kamil dan Suswono kalah, tetapi mereka mendapatkan tempat di hati masyarakat. Pemilu seharusnya dibangun di atas sikap besar hati seperti ini. Nama mereka tetap harum, meskipun kalah. Ini adalah kemenangan yang melampaui batas-batas yang orang mungkin pahami,” jelasnya. 

Surokim juga mengingatkan kandidat lain untuk kembali mengingat deklarasi pemilu damai, yang menegaskan siap kalah dan siap menang.

Ia menambahkan, keharuman nama seorang kandidat di publik juga ditentukan oleh kesediaannya menerima kekalahan dengan lapang dada.

“Kontestasi itu membawa kebahagiaan bagi pemenang dan kesedihan bagi yang kalah. Namun, ada nilai yang lebih tinggi, yaitu rasa hormat," ungkap Surokim.

"Pemenang tidak boleh takabur, dan yang kalah tidak perlu terlalu larut dalam kesedihan. Kontes ini hanya mencari yang terbaik untuk durasi kepemimpinan yang terbatas, yaitu lima tahun saja,” pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.