Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Situasi politik global yang makin tak menentu akan menekan ekonomi dunia. Dan, terpuruknya ekonomi dunia akan menekan ekonomi nasional.
Akibat memanasnya konflik di Timur Tengah dan meluasnya perang Rusia-Ukraina, harga minyak dunia diprediksi akan naik sekitar 5 hingga 10 persen. Pasokan bahan pangan ke berbagai belahan dunia juga bakal tersendat dan ini diramalkan akan memicu kenaikan harga gandum, beras, jagung dan gula di pasar internasional.
Negara-negara pengimpor minyak dan bahan pangan dipastikan akan mengalami kesulitan. Apalagi yang uangnya pas-pasan, dalam waktu singkat ekonominya bisa babak belur.
Baca juga : Hemat Anggaran Belanja Negara
Untuk itu, kita berharap, para petinggi negeri ini, para menteri, para gubernur, bupati dan walikota terus mengamati perkembangan geopolitik dan ekonomi global yang saat ini sedang bergejolak. Terutama pengaruhnya terhadap pasokan bahan pangan dan energi ke Indonesia.
Ke depan ini, tak boleh ada lagi pemborosan atau kebocoran anggaran pembangunan. Ke depan ini, tak boleh ada yang main-main dengan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Ke depan ini tak boleh ada yang main-main dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
Sudah saatnya para pejabat eksekutif dan legislatif mengencangkan ikat pinggang. Batasi perjalanan dinas. Batasi perjalanan ke luar negeri. Jangan beli barang yang tak berkaitan langsung dengan kebutuhan kerja. Tunda dulu rencana renovasi kantor. Tunda dulu pembangunan rumah dinas pejabat. Tunda dulu pembelian mobil baru untuk pejabat dan anggota DPR.
Baca juga : Segera Penuhi Janji Kampanye
Supaya tidak bocor, penggunaan APBN mesti diawasi ketat oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Upaya mencegah kebocoran anggaran mesti dilakukan sejak awal perencanaan proyek.
Kalau ada tanda-tanda oknum pejabat atau pelaksana proyek bermain, langsung ditindak tegas. Copot dan pecat oknum pejabat tersebut.
Untuk itu, kita berharap, mereka yang menangani proyek-proyek besar adalah orang-orang dengan rekam jejak baik, jujur, berintegritas dan anti kongkalikong.
Baca juga : Jangan Ada Lagi Makelar Proyek
Jadi sejak awal, proses seleksi calon pimpinan proyek mesti dilakukan secara ketat. Sebab, sekali salah pilih, kebocoran dan pemborosan anggaran dipastikan akan terjadi.
Situasi politik dan ekonomi dunia ke depan ini memang diprediksi makin ruwet dan rumit. Tapi, dengan mencegah kebocoran APBN dan APBD, kita berharap ekonomi negeri ini tahun 2025 masih bisa tumbuh 5,2 hingga 5,4 persen.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 14 Desember 2024 dengan judul "Kencangkan Ikat Pinggang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.