Dark/Light Mode

Hemat Anggaran Belanja Negara

Sabtu, 7 Desember 2024 05:42 WIB
KIKI ISWARA DARMAYANA
KIKI ISWARA DARMAYANA
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabinet Prabowo-Gibran mesti menghemat anggaran di semua sektor pembangunan. Kurangi anggaran untuk hal-hal yang tak berkaitan langsung dengan kebutuhan rakyat kecil. Kurangi anggaran perbaikan kantor kementerian. Kurangi anggaran studi banding ke luar negeri.

Ke depan ini, para menteri dan pimpinan DPR mesti fokus pada upaya mencapai swasembada pangan, swasembada energi, perbaikan sekolah serta perbaikan saluran irigasi sampai ke sawah petani.

Pengadaan barang dan jasa juga mesti dilakukan lebih selektif. Barang-barang yang tidak mendesak diperlukan, tunda saja pembeliannya. Pihak Pemda dan DPRD juga sebaiknya menunda dulu rencana perluasan gedung-gedung Pemda.

Baca juga : Segera Penuhi Janji Kampanye

Anggaran yang dihemat, bisa dipakai mengejar target swasembada beras. Caranya, antara lain, memberikan benih padi unggul besertifikat dan pupuk bersubsidi kepada seluruh petani kecil.

Dengan benih padi unggul, pupuk bersubsidi plus saluran irigasi yang baik, produksi beras bisa naik rata-rata 25 persen. Kalau program ini dapat direalisasikan di seluruh wilayah produsen beras, tahun 2026, Indonesia tak perlu lagi mengimpor beras.

Hasil penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, sebagian juga bisa digunakan untuk menambah honor guru honorer dan sebagian lagi diberikan kepada orang tua siswa tidak mampu. Ini bisa dipakai untuk membeli seragam dan buku pelajaran sekolah.

Baca juga : Jangan Ada Lagi Makelar Proyek

Kita juga berharap, para menteri, gubernur, bupati dan walikota lebih detil lagi menyeleksi, program atau proyek pembangunan apa saja yang perlu diprioritaskan dan apa saja yang bisa ditunda dulu dua atau tiga tahun.

Dana hasil penghematan anggaran juga bisa digunakan untuk memperkuat ekonomi rakyat. Saat ini, banyak usaha kecil dan mikro di perkampungan padat penduduk yang butuh tambahan modal.

Kita juga berharap, sebagian dana hasil penghematan anggaran bisa dialokasikan untuk bansos beras. Sehingga rakyat kecil selalu punya beras.

Baca juga : Genjot Bisnis Wong Cilik

Dana hasil penghematan anggaran juga bisa dipakai untuk memperbaiki infrastruktur dasar di pedesaan, untuk menambah modal Badan Usaha Milik Desa serta memperkuat koperasi pertanian, peternakan dan perikanan.

Jadi sekali lagi, sudah saatnya pemerintah pusat dan daerah bersama-sama DPR dan DPRD melakukan gerakan penghematan anggaran belanja negara dan anggaran belanja daerah. Dan, hasil penghematan itu dipakai untuk memperbaiki ekonomi rakyat kecil. Kalau ekonomi rakyat ke depan ini dapat tumbuh lebih baik, maka ekonomi nasional tahun 2025 bisa tumbuh lebih dari 5,3 persen dan tahun 2026 bisa tumbuh di atas 5,6 persen.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 7 Desember 2024 dengan judul "Hemat Anggaran Belanja Negara"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.