Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel langsung memukul ekonomi global. Perang ini telah menghambat pasokan minyak, gas, bahan baku industri petrokimia dan pupuk dari kawasan Timur Tengah ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia dan kawasan Pasifik.
Ekonomi global makin tak menentu setelah Selat Hormuz ditutup. Harga minyak dan gas bumi meroket. Industri petrokimia terancam gulung tikar akibat langkanya bahan baku.
Lebih memprihatinkan lagi, selain harganya melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, menipisnya pasokan minyak ke pasar dunia menyebabkan sejumlah negara kesulitan memperoleh BBM dan kemudian menyatakan darurat energi.
Baca juga : Mudik Lebaran Aman Bahagia
Bahkan, beberapa negara kini mulai ketakutan rakyatnya tidak bisa mendapatkan BBM. Mereka juga takut mengalami defisit listrik, karena pembangkit yang menggunakan bahan bakar gas dan solar berhenti beroperasi.
Menghadapi kemungkinan memburuknya situasi geopolitik dan ekonomi global, tentu Indonesia harus bersiap-siap. Indonesia mesti melakukan penghematan BBM. Indonesia juga mesti melakukan rasionalisasi dan revisi APBN.
Anggaran untuk hal-hal yang tidak terlalu mendesak sebaiknya dialihkan untuk membantu rakyat miskin dan orang-orang di lapisan bawah, supaya tetap bisa makan dan beraktivitas.
Baca juga : Bersiap Hadapi Krisis Global.
Untuk menghemat BBM, pemerintah sebaiknya segera menerapkan Work From Home (WFH) 1 hari dalam sepekan. WFH ini bisa diterapkan untuk ASN di pusat dan daerah. WFH 1 hari juga diharapkan diikuti perusahaan swasta. WFH 1 hari dalam sepekan diperkirakan dapat menghemat 15 hingga 20 persen konsumsi BBM.
Kita berharap, hingga akhir tahun ini, pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM. Artinya ke depan ini, tak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Sebab, apabila subsidi BBM dikurangi dan kemudian harga BBM bersubsidi naik, ekonomi rakyat bawah akan terpuruk.
Kita juga berharap, dana hasil penghematan dan efisiensi pemerintah pusat dan daerah, setengahnya dialokasikan untuk bansos sembako dan bansos tunai bagi orang-orang di lapisan bawah.
Baca juga : Perbaiki Taraf Hidup Rakyat
Kemudian, setengahnya lagi dialokasikan untuk membantu usaha kecil dan mikro. Kalau upaya ini ditempuh, ekonomi negeri ini akan selamat dari terjangan badai ekonomi global.
Jadi sekali lagi, untuk menghadapi krisis energi dan gejolak ekonomi global, sudah saatnya negeri ini melakukan penghematan energi dan efisiensi anggaran. Terutama anggaran untuk hal-hal yang tidak terlalu penting dan tidak terkait langsung dengan kepentingan rakyat.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 28 Maret 2026 dengan judul "Bersiap Hadapi Krisis Global"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.