Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diprediksi sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2025. Yakni bisa mencapai 5,8 hingga 6 persen. Dengan catatan, ekonomi rakyat kelas bawah, diperkuat dengan berbagai insentif agar bisa tumbuh sekitar 5,9 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,45 persen. Ini meleset sedikit. Awalnya, Purbaya menargetkan ekonomi kuartal IV tumbuh 5,6 hingga 5,7 persen.
Baca juga : Mengabdi Ke Rakyat
Supaya ekonomi tahun 2026 tumbuh 6 persen, kita berharap, kegiatan investasi digenjot. Terutama investasi di industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Kemudian, untuk memacu ekonomi rakyat kecil di pedesaan, kita berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperbanyak proyek padat karya. Dengan proyek padat karya, korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan orang-orang yang selama ini masih menganggur bisa bekerja kembali dan punya uang lagi.
Baca juga : Gotong Royong Atasi Bencana
Kalau orang-orang di desa sudah punya uang lagi dan sudah bisa belanja sembako lagi, ekonomi rakyat akan berputar lebih cepat dan berkembang lebih pesat.
Kita juga berharap, produksi beras petani kecil digenjot, dengan cara memberikan benih padi unggul dan Pupuk bersubsidi tepat waktu. Kemudian gabah produksi petani diserap Bulog dengan harga yang layak, sehingga pendapatan petani naik signifikan. Dari sini kita berharap, perputaran uang di desa meningkat dan masyarakat lapisan bawah taraf hidupnya membaik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.