Dark/Light Mode

Covid-19 Dan Bencana Alam

Rabu, 20 Januari 2021 06:33 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki 2021 dunia belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Sikap para pemimpin belum banyak berubah menyikapi Covid-19 dan sekarang ditambah bencana di mana-mana. Konsentrasi terpecah-pecah.

Dunia sungguh telah dibuat payah oleh si koplok Covid-19 dan juga bencana. Telah dibuat simpang siur. Media sosial memperparah keadaan dengan sampah hoaks. Dari yang pro dan yang kontra sema banyaknya, menyampah di lini masa.

Kalangan yang meyakini bahaya Covid-19 terus-terusan menyebar angka-angka yang positif Covid-19, berita-berita tentang kematian akibat Covid-19, lebih dramatis lagi, audio-visualiasi protokol pemakaman mereka yang dinyatakan secara medis meninggal karena Covid- 19. Mengenaskan, menakutkan dan menyayat hati.

Berita Terkait : Menyikapi Rekor Keterpaparan

Juru bicara kalangan ini orang-orang terpelajar. Baik dari kalangan tenaga medis maupun para pejabat di sektor kesehatan. Media-media mainstream menjadi corong menyebarluaskan. Dunia pun dibuat mencekam. Semua masyarakat berhasil dibuat takut keluar rumah.

Apa buahnya? Perekonomian melambat. Pertumbuhan minus. Masyarakat mayoritas terganggu seriua kehidupan perekonomian. Sudah mulai menjerit dan merasakan himpitan situasi krisis ekonomi.

Resesi lebih cepat terasa. Tapi sayangnya, para petinggi memilih concern terlalu besar pada medisnya, sedikit kepedulian terhadap keterpurukan ekonominya.

Berita Terkait : Kehidupan Pasca Vaksin

Sementara itu, ada juga yang melakukan perlawanan terhadap propaganda bahaya Covid-19. Kelompok ini meyakini bahwa semua adalah permainan kelompok sedikit yang menguasai ekonomi dunia. Ini ulah mereka. Yang diuntungkan oleh semua ini juga mereka.

Mereka melawan dengan caranya. Ada yang melalui lini masa. Ada juga kelasnya sikap jiwa, menolak melaksanakan keribetan protokol medis Covid-19. Menganggap semua hanya sinetron. Banyak penyimpangan di sana-sini. Mereka pun terpaksa harus ikhlas dituduh pendukung teori konspirasi.

Sekarang, entah bagaimana, trend mulai berubah, semua berubah. Covid-19 sepertinya tak kan lagi jadi makhluk menakutkan. Lagian, kenapa musti takut? Ia jadi tidak ada apanya dibanding bencana alam yang telah jadi perantara jatuhnya korban nyawa.