Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis Carlos Alcaraz tampil gemilang di final Grand Slam Wimbledon 2024. Alcaraz menang telak atas petenis Novak Djokovic.
Di final melawan Djokovic yang digelar Senin (15/7/2024) dini hari, Alcaraz tak cuma menang telak tiga set langsung, 6-2, 6-2, 7-6 (7-4). Tapi, penampilan petenis asal Spanyol ini nyaris sempurna.
Berdasarkan catatan, dia hanya melakukan dua kesalahan kecil. Pertama, saat gagal dalam tiga match point pada kedudukan 5-4 di set ke-3. Dia hilang fokus setelah seorang penonton berteriak “Ya!”. Penonton itu menyangka dia akan menyelesaikan laga dan menang.
Sedangkan kesalahan kedua terjadi justru usai laga. Alcaraz yang sedang berteriak kegirangan, lupa kembali ke boks pemain untuk merayakannya. Kesalahan keduanya bahkan tidak mempengaruhi hasil pertandingan.
Baca juga : Ditembak, Trump 99% Menang
Sepanjang karier Djokovic, hanya Nadal saat masa puncak, yang bisa mengalahkannya dengan telak dan meyakinkan di partai final.
Kemenangan yang sempurna bagi Alcaraz. “Dia lebih baik dari saya di seluruh aspek permainan,” puji Djokovic pada Alcaraz usai laga, dilansir dari ππ©π¦ ππΆπ’π³π₯πͺπ’π―, Senin (15/7/2024).
Laga final itu bisa menjadi kenangan yang akan dibicarakan para pecinta tenis di masa yang akan datang.
Di game pertama, Alcaraz empat kali mendapat break point. Tapi, tidak bisa menyelesaikan laga setelah 14 menit dan tujuh kali deuce.
Baca juga : Bukan untuk Jatuhkan Menag, Pansus Haji Didukung Partai Pemerintah
Namun, momentum kemenangan datang pada Alcaraz setelah dia melakukan pukulan-pukulan pengembalian yang luar biasa. Baik dari sisi forehand maupun backhand. Lalu sekali lagi saat dia melakukan pukulan groundstrokes yang jauh, atau masuk ke dalam net.
“Game pertama sangat luar biasa,” kata Djokovic.
Di laga itu terlihat jelas perbedaan kualitas seorang petenis 21 tahun yang sedang berada di puncak dengan petenis 37 tahun yang baru satu bulan selesai menjalani operasi. “Dia terlalu bagus,” ucap Djokovic.
Sementara, Alcaraz menolak pujian-pujian tersebut. Dia bahkan belum menganggap dirinya sebagai seorang juara. Dia tetap bertekad terus maju dan tak ingin cepat puas. “Saya ingin membangun jalan dan perjalanan saya sendiri,” ucapnya.
Baca juga : Sikap Prabowo Sama Dengan Jokowi, Keamanan Penting untuk Jaga Pembangunan
Alcaraz jadi satu dari sedikit petenis yang bisa mengawinkan gelar Grand Slam Wimbledon dengan Grand Slam French Open di tahun yang sama.
Kemenangan atas Djokovic di babak final Wimbledon 2024, membuat segala kemungkinan itu bisa terjadi. Sejauh ini, termasuk dia, hanya ada enam petenis yang bisa meraih gelar di All England Lawn Tennis and Croquet Club dan Roland Garros di tahun sama.
Lima petenis legenda tersebut, yakni Rod Laver, Björn Borg, Nadal, Federer dan Djokovic. Saat ini, hanya Djokovic dan Nadal yang masih aktif bermain. Meski sudah berada di penghujung karier mereka.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 16 Juli 2024 dengan judul Juara Grand Slam Wimbledon 2024, Alcaraz Hampir Sempurna
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya