Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis Novak Djokovic memenangkan duel di cabang olahraga tenis tunggal putra Olimpiade Paris 2024 melawan Rafael Nadal. Kemenangan Djokovic jadi kado perpisahan pahit di pengujung karier Si Raja Tanah Liat atau King Of Clay, julukan Rafael Nadal.
Bertanding di Stadion Philippe Cartier, Roland Garros, Paris, Selasa (30/7/2024) dinihari, The Djoker --julukan Djokovic, menang cukup mudah dengan skror 6-1, 6-4 atas Nadal.
Bukan skor yang cukup telak yang jadi penyebab kekalahan tersebut. Namun, laga melawan Djokovic merupakan pertandingan terakhir Nadal di ajang olimpiade. Dia memang masih akan bertanding. Tapi, bukan di nomor favoritnya, tunggal putra, melainkan di nomor ganda putra.
Usai kekalahan itu, Nadal mengaku kecewa. Pemilik 22 gelar Grand Slam itu menyebut, telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik yang masih dia miliki untuk melangkah lebih jauh di Paris 2024. Tapi, dia tetap tak berdaya menghadapi permainan Djokovic. Terutama di set pertama.
“Saya harus menerima. Saya belum siap bermain di level setinggi ini,” ucap Nadal dilansir 𝘛𝘪𝘮𝘦, Selasa (30/7/2024).
Baca juga : PKS Minta Diajak Gabung, Prabowo Cuma Senyum-senyum
Nadal, saat ini disebut sedang berada di tahap akhir perjalanan karier tenisnya yang panjang. Kata dia, semuanya punya awal dan akhir. Petenis Spanyol itu mengaku, akan sangat merindukan adrenalin saat bermain.
“Jika ini pertandingan terakhir, maka saya akan menerimanya tanpa mengeluh,” ucapnya.
Usai laga, ratusan orang berbondong-bondong mengantre di dekat patung Nadal yang dibangun di kawasan Roland Garros. Mereka ingin memberikan penghormatan pada petenis kidal yang telah 14 kali merengkuh gelar Grand Slam French Open.
“Kita harus mengingat masa-masa indah yang diberikan Nadal di sini,” ucap salah seorang pengunjung.
Sementara, Djokovic berharap, kekalahan Nadal darinya tidak membuat persaingan keduanya tidak berakhir. Dia ingin persaingan tetap berjalan. Keduanya telah bertemu total sebanyak 60 kali. Menurutnya, hal tersebut membuat persaingan keduanya unik.
Baca juga : Kecurigaan Gus Yahya Dijawab Imin, Dasco, Nusron
“Saya berharap persaingan kami berjalan, demi keuntungan olahraga ini,” ucap Djokovic.
Petenis asal Serbia itu menambahkan, tidak tahu bagaimana perasaan Nadal saat ini, serta apa yang dirasakan tubuhnya. Tapi, dia berharap, Nadal bisa memainkan lebih banyak pertandingan di masa depan.
“Hanya waktu yang bisa membuktikan, dan juga tergantung banyak faktor,” katanya.
Lebih lanjut, Djokovic mengatakan, karir mereka selamanya akan berhubungan erat. Namun, dia mengelak ada rasa “persaudaraan” dengan Nadal. Tapi, dia tetap memberikan rasa hormat dan kekaguman pada lawannya.
“Sulit menjadi dekat karena dia adalah rival yang hebat,” katanya.
Baca juga : Bahlil: Kita Berikan Yang Paling Bagus
Kemenangan Djokovic kemarin sekaligus membalas kekalahannya dari Nadal di semifinal Olimpiade 2008. Saat itu, Djokovic harus puas dengan meraih medali perunggu di olimpiade debutnya.
“Saat itu adalah pertandingan yang luar biasa,” tandas Djokovic.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 31 Juli 2024 dengan judul Duel Tenis Tunggal Putra, Djoker Hantam King Of Clay
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya