Dark/Light Mode

Olimpiade Paris 2024

Lifter Eko Yuli Gagal Raih Medali, Indonesia Masih Peringkat Ke-72

Kamis, 8 Agustus 2024 08:11 WIB
Lifter Eko Yuli Irawan gagal membawa pulang medali di Olimpiade Paris 2024. di Le Bourget Sport Climbing, Rabu (7/8/2024). (Foto: badmintontalk).
Lifter Eko Yuli Irawan gagal membawa pulang medali di Olimpiade Paris 2024. di Le Bourget Sport Climbing, Rabu (7/8/2024). (Foto: badmintontalk).

RM.id  Rakyat Merdeka - Asa Tim Indonesia menambah medali di ajang Olimpiade Paris 2024 belum terwujud. Lifter Eko Yuli Irawan yang jadi tumpuan gagal dapat medali.

Peringkat Indonesia masih tercecer di posisi ke-72 perolehan medali sementara Olimpiade Paris 2024.

Eko Yuli, lifter berusia 35 tahun itu gagal mendapatkan medali karena tak berhasil melakukan angkatan clean & jerk di South Paris Arena 8, Prancis, Rabu (7/8/2024) malam WIB.

Eko Yuli yang masih cedera, sebenarnya tampil bagus di angkatan snatch. Ia mencatatkan 135 kg dan menempati posisi dua.

Baca juga : Buru Medali Pertamanya

Dia hanya kalah dari lifter asal China, Li Fabin, yang mencatatkan 143 kg. Sayangnya, di clean & jerk, Eko Yuli gagal di tiga kali kesempatan.

Padahal, Eko Yuli digadang-gadang meraih medali karena selalu bawa pulang medali di Olimpiade sebelumnya.

Medali pertama didapatkan di Olimpiade Beijing 2008. Turun di kelas 56 kg, lifter asal Lampung ini mendapatkan medali perunggu.

Lanjut di Olimpiade London 2012, Eko Yuli Irawan lagi-lagi mendapatkan medali perunggu. Kali ini ia turun di kelas 62 kg.

Baca juga : Zohri Meminta Maaf Kepada Masyarakat

Hingga Kamis (8/8) pagi waktu setempat, kontingen Indonesia di posisi ke-72 dengan mengemas satu medali perunggu yang diraih atlet badminton tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung.

Sementara Amerika Serikat dan China bersaing ketat di posisi teratas klasemen Olimpiade Paris 2024.

Amerika Serikat memimpin klasemen dengan torehan 27 medali emas, 35 medali perak, dan 32 medali perunggu. Sedangkan, China berada di posisi runner up dengan meraih 25 medali emas, 23 medali perak, dan 17 medali perunggu.

Kemudian di posisi ketiga masih ditempati oleh Australia dengan mengemas 18 medali emas, 12 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Baca juga : Bulutangkis Gagal Sumbang Emas, Jorji Fokus Kejar Medali Perunggu

Tuan rumah Prancis masih bertengger di posisi keempat dengan mengoleksi 13 medali emas, 16 medali perak, dan 20 medali perunggu.

Klasemen Olimpiade 2024 hingga Kamis (8/8):

1. Amerika Serikat (27 medali emas, 35 medali perak, 32 medali perunggu)
2. China (25 emas, 23 perak, 17 perunggu)
3. Australia (18 emas, 12 perak, 11 perunggu)
4. Prancis (13 emas, 16 perak, 20 perunggu)
5. Britania Raya (12 emas, 17 perak, 20 perunggu)
6. Korea Selatan (12 emas, 8 perak, 7 perunggu)
7. Jepang (12 emas, 6 perak, 13 perunggu)
8. Italia (9 emas, 10 perak, 8 perunggu)
9. Belanda (9 emas, 5 perak, 6 perunggu)
10. Jerman (8 emas, 5 perak, 5 perunggu)
72. Indonesia (1 perunggu)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.