Dark/Light Mode

Pecco Punya Kenangan Manis Di MotoGP Mandalika

Kamis, 26 September 2024 05:43 WIB
Pebalap Ducati Francesco Bagnaia. (Foto : ist)
Pebalap Ducati Francesco Bagnaia. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pebalap Ducati Francesco Bagnaia punya kenangan manis saat tampil di Grand Prix) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rider yang karib disapa Pecco itu ingin mengulangi kenangan manis itu. Diungkapkan, balapan di hadapan puluhan ribu penonton di Mandalika adalah momen tak terlupakan.

Ditambah dengan pemandangan alam yang begitu indah di sekitar arena balapan. “Momen mengesankan tampil di depan para penggemar yang memiliki hasrat besar terhadap pekerjaan kami,” ujar Bagnaia, kepada awak media di Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Diketahui, Bagnaia meraih gelar juara di Balapan Utama GP Indonesia musim lalu. Bagnaia menaklukkan Sirkuit Mandalika meski harus memulai balapan dari posisi 13 (P13).

Baca juga : Marquez Bersaudara Bidik Podium Di MotoGP Mandalika

Jelang balapan akhir pekan ini, Bagnaia mengungkapkan sejumlah harapannya. Salah satunya, ingin mendapat posisi 𝘴𝘵𝘢𝘳𝘵 lebih baik dari yang didapatnya dalam dua tahun terakhir saat balapan di Mandalika.

Sebelum start di P13 tahun lalu, Bagnaia hanya bisa start di P6 pada musim 2022. “Ingatan terbaik saya pasti kemenangan dari tahun lalu,” ucapnya.

Dia bilang, saat itu bukan momen yang ideal bagi timnya. Terutama setelah hasil diraih di GP Barcelona. Tapi, kemenangan itu memberi dia dan tim banyak motivasi.

“Ini adalah momen yang paling luar biasa,” kata pebalap 27 tahun itu.

Baca juga : Survei Indikator: Pasangan Eman-Dena Unggul Di Pilbup Majalengka

Ditambahkan, sektor dua jadi bagian favoritnya saat melakoni balapan di GP Mandalika. Karena begitu lurus dan menunjang kecepatan motornya. Di bagian itu, lanjut dia, pebalap tidak bisa mengerem terlalu keras. Karena sudut ramping dan cukup longgar.

Yang terakhir adalah sudut yang sangat dekat. “Ditambah sangat tajam, jadi itu sulit,” tuturnya.

Sejauh ini, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu tak menemui kendala jelang balapan. Termasuk soal ban. Rider asal Italia itu mengatakan, performa ban akan tergantung dari performa pebalap.

Di mana mereka harus mampu menguasai setiap situasi dan kondisi. “Saya jatuh cinta dengan ban kami karena tingkat ban kami adalah sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Baca juga : Dexa Group Gelar Skrining Kesehatan Gratis Di 1.400 Apotek Dan Klinik

Tapi, dia menggarisbawahi, di titik kecepatan yang cukup tinggi, ban yang siap gunakan kerap kehilangan cengkeraman. Sehingga membuatnya kesulitan mengendalikan kestabilan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.