Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) optimis anak asuhnya bisa memberikan perlawanan terbaik saat menghadapi Bahrain dan China. STY mengaku tidak mau kehilangan poin saat bertemu keduanya.
Tim Garuda akan menghadapi dua laga berat du fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024 di Bahrain National Stadium.
Kemudian, bertolak melawan China pada 15 Oktober 2024 di Qingdao Youth Football Stadium. Shin Tae-yong mengatakan tim asuhannya akan berusaha meraih hasil maksimal saat berjumpa Bahrain dan China.
Hal itu agar mereka melaju ke putaran keempat untuk menjaga lolos ke Piala Dunia 2026. “Tujuannya adalah untuk merebut (poin) Bahrain dan China. Jika kita mengejar kedua tim ini, kita bisa dengan mudah masuk ke 3 atau 4 besar,” kata STY.
Baca juga : UNAS Siapkan Lulusan yang Mampu Beradaptasi dan Berinovasi
Optimisme melawan Bahrain dan China dalam dua laga tandang ini menjadi kesempatan bagus bagi Garuda untuk meraih poin penuh guna menguatkan asa putaran final Piala Dunia 2026.
China sudah dua kali kalah melawan Jepang dan Saudi. Sedangkan Bahrain memetik tiga poin di Australia sebelum dibantai 0-5 di kandang sendiri oleh Jepang dalam pertandingan pada hari yang sama Indonesia menahan seri Australia.
Ketika menumbangkan Australia berkat gol bunuh diri Harry Souter lima hari lalu, Bahrain sebenarnya menjadi tim yang konstan tersudut lawannya itu.
Mereka menciptakan tiga peluang dan menguasai 28 persen distribusi bola. Statistik itu tak berubah saat menjamu Jepang tadi malam. China bahkan lebih buruk lagi.
Baca juga : Setelah Nikel, Jokowi Fokus Pada Hilirisasi Emas Dan Tembaga
Mereka menjadi bulan-bulanan Jepang sewaktu digasak 0-7 oleh Samurai Biru, dengan cuma membuat satu peluang dan 22 persen penguasaan bola.
Saat tampil di kandang sendiri melawan Saudi yang kehilangan Mohamed Kanno sejak menit ke-19 karena terkena kartu merah, China juga menjadi tim yang lebih buruk.
Mereka menyerah 1-2 kepada Saudi. Dengan hasil yang didapatkan Indonesia dari Saudi dan Australia yang merupakan dua tim raksasa Asia serta empat tim Asia berperingkat FIFA tertinggi, pasukan STY memiliki bekal bagus kala menghadapi Bahrain dan China.
Walaupun Bahrain dan China berperingkat FIFA lebih baik (Bahrain 80 dan China 87), Garuda memiliki alasan lebih kuat untuk menang pada dua dari tiga laga tandang pertamanya itu.
Baca juga : Real Madrid Fokus Bidik Bintang Leverkusen
Kemampuan mengimbangi Saudi dan Australia bukan saja menjadi petunjuk untuk meningkatnya performa Garuda, tapi juga sinyal bahwa Garuda terbiasa mengejutkan tim-tim berperingkat lebih baik.
Target STY finis empat besar Grup C yang menjadi tiket mencapai babak keempat untuk berebut dua tiket otomatis lain dari zona Asia pun, bukan mustahil lagi. Bahkan lebih dari itu pun bisa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya