Dark/Light Mode

Bahlil Dorong Pengusaha Batubara Lakukan Hilirisasi

Senin, 9 September 2024 17:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kepada para produsen batubara agar pemanfaatan komoditas unggulan tersebut sejalan dengan peningkatan nilai tambah melalui program hilirisasi. Pemanfaatan tersebut dapat membantu target Pemerintah mencapai emisi nol bersih pada 2060.

Bahlil menyakinkan, Pemerintah tetap mendukung batubara sebagai salah satu komoditas utama. Namun, transisi energi secara bertahap penting dilakukan.

"Saya ingin meyakinkan Anda semua bahwa Pemerintah ke depan masih tetap mendorong batubara sebagai salah satu komoditas unggulan seiring dengan transisi energi yang terus berjalan," ucap Bahlil, di acara Coaltrans Asia 2024, di Bali, Senin (9/9/2024), seperti keterangan resmi Kementerian ESDM.

Baca juga : Dorong Wirausaha Muda, Pertamina Galang Pertamuda di UGM

Bahlil melanjutkan, para pengusaha batubara harus mendapatkan modal capital yang cukup dulu sebagai instrumen untuk melakukan proses peralihan ke teknologi hijau. "Karena kalau langsung paksakan tanpa modal yang cukup, kita tidak akan mampu melakukannya," imbuhnya.

Bahlil menambahkan, seperti halnya masyarakat dunia yang berpikir kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan tanpa mengabaikan konsensus global terkait penurunan emisi, Indonesia juga berkomitmen untuk menurunkan emisi hingga nol pada tahun 2060 secara bertahap.

Dia pun meminta produsen batubara untuk mulai meningkatkan nilai tambah produknya melalui program hilirisasi. Kata dia, Pemerintah tetap memberikan ruang bagi pengusaha-pengusaha nasional, khususnya pengusaha batubara, untuk terus melakukan penambangan dengan memperhatikan norma standar lingkungan, tata kelola, dan keterlibatan masyarakat yang baik.

Baca juga : Buka IAF ke-2 dan HLF MSP di Bali, Jokowi Dorong Kesetaraan dan Solidaritas

"Namun, diharapkan dalam kurun waktu tertentu, segera melakukan peralihan. Karena negara tidak bisa melakukan hal ini (penambangan) terus-menerus," pinta Bahlil.

Bahlil juga mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang mendorong hilirisasi batubara menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah. Seperti Dimethyl Ether (DME), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan bahan baku pupuk.

Untuk batubara ke depannya, Indonesia tidak hanya melakukan ekspor raw material, tapi juga mendorong DME sebagai pengganti LPG. "Karena impor LPG per tahun itu mencapai 6 juta ton. Salah satu bahan baku untuk mengganti LPG adalah batubara melalui DME, serta sebagai bahan baku pupuk," terang Bahlil.

Baca juga : Pelatihan Kreasi Tenun AMANAH Dorong Pengrajin Muda Lestarikan Kain Khas Aceh

Sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia, Indonesia berkontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. Pada tahun 2023, produksi batubara mencapai 775,2 juta ton dengan total ekspor sebesar 518,05 juta ton. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diterbitkan, produksi batubara tahun ini diperkirakan mencapai 900 juta ton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.