Dark/Light Mode

Portugal Vs Spa­nyol, Terobsesi Rekor

Minggu, 8 Juni 2025 06:40 WIB
Cristiano Ronaldo. (Foto: Instagram/portugal)
Cristiano Ronaldo. (Foto: Instagram/portugal)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pemain tidak suka laga ini disebut hanya pertarungan Ronaldo dan Yamal. Melainkan dua tim yang mengandalkan teknik dan taktik tingkat tinggi.

Portugal bakal bersua Spa­nyol pada final UEFA Nations League 2025 di Allianz Arena, Jerman, dinihari nanti pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi persaingan dua ikon lintas generasi, Cristiano Ronaldo dan Lamine Yamal.

Baca juga : MotoGP, Marc Marquez Ngebet Adiknya Gabung Ducati

Ronaldo terobsesi untuk meraih rekor lain, yaitu mencetak seribu gol dalam kariernya. Si CR7 adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di sepak bola internasional dengan torehan 137 gol. Kini, total gol domestik dan internasionalnya mencapai 937, butuh 63 gol lagi agar genap.

Sementara Yamal, diam-diam terobsesi meraih trofi Ballon d’ Or. Saat ini saja, bocah ajaib Barcelona itu sudah masuk dalam daftar calon terkuat sebagai peraih bola emas. Torehan dua gol saat melumat Prancis 5-4 di semifinal, membuat namanya kian meroket.

Baca juga : Selangkah Lagi, Garuda Tampil di Piala Dunia

Namun gelandang Portugal, Joao Neves tidak suka jika final Nations League direduksi hanya duel Yamal kontra Ronaldo. “Bukan hanya Yamal di tim Spa­nyol, mereka sangat kuat secara kolektif. Begitu juga dengan kami. Ini bukan Cristiano, ini adalah tim nasional,” ujar Neves.

Dari aspek tim, Spanyol asuhan Luis de la Fuente sudah lupa kalah dalam 19 pertandingan beruntun. La Furia Roja (merah membara) membukukan 15 kemenangan dan 4 kali imbang. Sudah begitu, mereka pun punya catatan apik menghadapi Selecao das Quinas (lambang negara) dengan tak kalah dalam 6 pertemuan terakhir. Di Nations League, Spanyol juga tak kalah di dua pertemuan terdahulu dengan Portugal.

Baca juga : Pergerakan Jemaah di Armuzna Lancar

Akan tetapi, itu bukan be­rarti Spanyol akan menang mudah. Pasalnya, Portugal se­lalu menang pada dua laga final terakhir. Pelatih Robert Martinez mengandalkan kedisiplinan dan taktik. Dia menggabungkan tenaga muda seperti Neves, Antonio Silva, dan Francisco Conceciao sebagai penyeim­bang pengalaman dari Ruben Dias dan Bruno Fernandes. Selain Ronaldo, Portugal juga punya ban serep tajam dalam diri Goncalo Ramos.

Adapun Spanyol kini tak melulu tiki-taka. Mainnya lebih fleksibel. Yamal didukung gelan­dang visioner seperti Pedri, Gavi, dan Zubimendi. Pertahanan pun lebih solid dengan Laporte dan Le Normand. Di bawah mistar, Unai Simon tampil meyakinkan sepanjang turnamen. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.