Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Mikel Arteta mengklaim hanya Arsenal yang bisa bikin Liverpool menderita di Anfield. Namun menurut statistik, Arsenal hanya mampu bikin satu shot on target sepanjang laga.
Arsenal dikalahkan Liverpool dalam pekan ketiga Liga Inggris, di Anfield Stadium. Tendangan bebas Dominik Szoboszlai pada menit ke-83 membawa Liverpool bercokol di puncak klasemen sementara.
Kekalahan Arsenal sekaligus mengakhiri tren kemenangan 100 persen. Tapi tim asuhan Arteta menunjukkan soliditas dan organisasi permainan yang rapi sebelum gol Szoboszlai tercipta.
Baca juga : Gagal Raih Emas Di Kejuaraan Dunia, PBSI Evaluasi Pemain Senior
Arteta mengatakan, Arsenal perlu belajar cara memenangi pertandingan besar. “Anda tidak bisa mendominasi di sini (Anfield) selama 90 menit. Itu mustahil,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu sadar bahwa penguasaan bola harus diimbangi dengan kemampuan mencetak gol. Ia pun kecewa terhadap hasil akhir.
“Kami jauh lebih baik daripada tahun lalu. Tapi kami harus mencetak gol jika ingin memenangi pertandingan. Saya sangat bangga dengan para pemain. Tidak ada yang membedakan kedua tim. Itu ditentukan oleh kesalahan individu atau momen ajaib,” klaimnya.
Baca juga : Sri Mul Perlu Lebih Rendah Hati
Arteta menilai para pemain Arsenal sudah mengambil banyak hal positif. “Saya belum pernah melihat Liverpool di kandang menderita seperti yang mereka alami saat melawan kami,” dalihnya.
Namun menurut statistik, tim Meriam London cuma bikin satu shot on target sepanjang laga dari 11 tembakan. Arsenal turun tanpa gelandang serang di laga itu. Arteta menaruh Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino di tengah, menyokong Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres.
Dengan formasi itu, Arteta dinilai ‘bermain aman’ dan cuma berharap dari bola-bola mati, yang jadi andalan Arsenal selama ini. “Kami tidak menjalankan strategi untuk membuat mereka frustrasi,” bantah Artega.
Baca juga : Anggota DPR Ngaca, Jaga Sikap, Merakyat
Lain lagi alasan dari kiper Arsenal, David Raya. Dia mengeluhkan penggunaan bola baru dari Puma. “Bola ini berbeda dengan bola Nike. Efek genggaman dan tendangannya berbeda. Semua orang merasakannya,” terangnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya