Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nama Isack Hadjar sempat menggemparkan paddock Formula 1 setelah disebut-sebut bakal dipromosikan masuk tim utama Red Bull pada musim 2026 untuk mendampingi Max Verstappen.
Namun, rumor itu buyar setelah Kepala Tim Red Bull, Laurent Mekies, menegaskan pihaknya tidak terburu-buru dalam menentukan susunan pembalap.
Hadjar, pembalap muda asal Prancis keturunan Aljazair, saat ini membela Racing Bulls. Penampilannya musim ini dinilai cukup solid dan membuatnya masuk dalam radar tim utama.
Majalah Jerman Auto Motor und Sport bahkan sempat melaporkan bahwa promosi Hadjar ke Red Bull hanya tinggal menunggu waktu. Namun, Mekies buru-buru meluruskan isu tersebut.
Baca juga : Rusia Siap Luncurkan Vaksin Kanker, Bisa Ciutkan Tumor Hingga 80 Persen
“Kami sudah mengatakannya berulang kali. Kami tidak terburu-buru. Fokus kami sekarang adalah mendukung penuh pembalap yang ada agar bisa berkembang,” ujarnya seperti dikutip dari Sky Sports, Selasa (23/9/2025).
Mekies juga menegaskan, Yuki Tsunoda masih mendapat kesempatan untuk menunjukkan perkembangan.
“Kami tahu Yuki butuh waktu. Kami berusaha memberinya kesempatan sebanyak mungkin,” ujarnya.
Red Bull saat ini masih memiliki kontrak dengan Verstappen hingga 2028. Itu berarti kursi yang diperebutkan hanyalah kursi kedua.
Baca juga : Waka Banggar DPR Muhidin Minta Pemerintah Perkuat Alkes di Daerah
Di sinilah Tsunoda, Hadjar, dan Liam Lawson menjadi nama yang paling sering disebut. Tsunoda sempat tampil impresif di GP Azerbaijan dengan finis keenam dalam sesi kualifikasi, catatan terbaiknya musim ini.
Hadjar tepat di belakangnya di posisi kedelapan. Sementara Lawson justru memberi kejutan besar dengan finis kelima, hasil terbaik sepanjang kariernya.
Persaingan ini kian menarik mengingat Red Bull dikenal keras dalam mengelola juniornya. Nama-nama besar seperti Pierre Gasly, Alexander Albon, hingga Daniil Kvyat pernah merasakan singkatnya kesempatan di tim utama.
Meski Mekies menolak membahas masa depan pembalap junior Red Bull, publik tahu bahwa keputusan akhir bukan di tangannya, melainkan di tangan Helmut Marko, penasihat senior Red Bull.
Baca juga : MAKI Minta Kejagung Kejar Eks Stafsus Nadiem Dengan Red Notice
Marko selama ini dikenal sebagai sosok yang menentukan siapa yang naik kelas dan siapa yang tersingkir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya