Dark/Light Mode

Akhiri Panceklik Di Motegi, Bagnaia Ngebut Kejar Posisi Runner Up

Selasa, 30 September 2025 06:05 WIB
Francesco Bagnaia hanya berselisih 27 poin dari Alex Marquez dalam perebutan posisi runner up klasemen. (Foto: Instagram/pecco63)
Francesco Bagnaia hanya berselisih 27 poin dari Alex Marquez dalam perebutan posisi runner up klasemen. (Foto: Instagram/pecco63)

RM.id  Rakyat Merdeka - MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (28/9/2025), dianggap menjadi momen kebangkitan Francesco “Pecco” Bagnaia. Ia mengakhiri paceklik podium setelah 10 seri tanpa kemenangan.

Bagnaia tampil luar biasa di Motegi. Ia merebut pole position, memimpin penuh balapan sprint, dan menuntaskan lomba utama dengan kemenangan meyakinkan. 

Dominasi ini seakan mengembalikan Pecco ke versi terbaiknya, setelah sekian lama terpuruk akibat masalah teknis pada motor Ducati Desmosedici GP24. 

Kebangkitan Bagnaia bermula dari tes pasca balapan di Misano. Ducati mencoba kembali menggunakan beberapa komponen lama seperti aero jok belakang, swing arm, hingga fork. Hasilnya langsung terasa: motor lebih stabil, grip depan membaik, dan Pecco bisa menemukan ritme yang hilang. 

Baca juga : Tunda Tarik Pajak, Stop Kenaikan Cukai Rokok: Purbaya Makin Harum

“Saya senang, tapi juga kesal. Mungkin kami bisa menemukannya lebih awal, setelah satu atau dua seri pertama,” ujar Bagnaia usai balapan seperti dikutip dari MotorSport, kemarin. 

Meski demikian, kemenangan di Motegi punya arti besar. Bagnaia kini memangkas selisih 27 poin dari Alex Marquez dalam perebutan posisi runner up klasemen. Dengan lima seri tersisa, ia masih tertinggal 66 poin. 

Yang menarik, di tengah jalannya balapan, muncul drama menegangkan. Motor Bagnaia sempat mengeluarkan asap putih di beberapa lap terakhir. Insiden ini sempat membuat penonton cemas, dan terlebih lagi Marc Marquez yang berada tepat di belakangnya. 

“Saya melihat asap dari motor Pecco dan langsung takut. Kalau mesinnya jebol dan oli tumpah, saya pasti yang pertama jadi korban. Syukurlah tidak ada kecelakaan,” kata Marquez. 

Baca juga : Tata Kelola MBG Dievaluasi Total, Prabowo Utamakan Keselamatan Anak

Bagnaia tidak sadar ada masalah besar. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Mungkin mirip dengan yang dialami Diggia (Fabio Di Giannantonio) di Valencia dua tahun lalu. Saya hanya merasa tenaga sedikit berkurang,” katanya. 

Beruntung, mesin Ducati bisa bertahan hingga garis finis, dan kemenangannya tidak terenggut masalah teknis. 

Sementara itu, Marc Marquez menutup akhir pekan dengan sukacita. Finis tanpa insiden di urutan kedua membuatnya resmi mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025. Gelar ini terasa istimewa setelah lima tahun penuh cobaan. 

Sejak 2020, Marquez berkutat dengan cedera patah lengan parah, berulang kali diganggu diplopia, hingga harus bertahan dengan motor Honda yang tidak kompetitif. 

Baca juga : Bulan Depan, Jokowi Mulai Manggung Di Luar Negeri

Pindah ke Gresini Ducati sempat memberi secercah harapan, dan keputusan bergabung dengan Ducati pabrikan terbukti membawa hasil manis. 

“Setelah semua masa sulit itu, saya bisa kembali ke sini (juara dunia). Rasanya luar biasa,” kata Marquez dengan mata berbinar. 

Motegi tahun ini memperlihatkan dua sisi menarik. Di satu sisi, Bagnaia akhirnya memutus paceklik, meski masih menyesali keterlambatan Ducati menemukan solusi teknis. Di sisi lain, Marc Marquez kembali ke singgasana, mengingatkan dunia bahwa ia belum habis. 

MotoGP 2025 pun semakin panas: Marquez sudah mengunci gelar, tetapi Bagnaia masih punya misi untuk merebut posisi kedua klasemen. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.