Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rakernas Perbarindo 2025
BPR dan BPRS Siap Bersinergi dengan Pemerintah Salurkan Dana Rp 200 T
Senin, 6 Oktober 2025 20:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menegaskan kesiapan bersinergi dengan Pemerintah dalam penyaluran pembiayaan sebesar Rp200 triliun guna memperkuat sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Komitmen ini menjadi hasil utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo), di Makassar, 25 September 2025.
Ketua Umum Perbarindo, Tedy Alamsyah, menyebutkan bahwa BPR-BPRS memiliki peran strategis sebagai jembatan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.
Baca juga : Stimulus Ekonomi 2025, Ojol Dan Pekerja Lepas Dapat Perlindungan Pemerintah
“Dengan jaringan 6.676 kantor dan lebih dari 20 juta rekening nasabah, BPR-BPRS mampu menjangkau segmen masyarakat yang belum terlayani bank umum. Keterlibatan BPR-BPRS akan membuat program pembiayaan Pemerintah lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (6/10/2025).
Sepanjang periode Juni 2023–Juni 2024, industri BPR-BPRS mencatat pertumbuhan signifikan, sebagai berikut:
- Kredit naik 7,17 persen menjadi R p162,57 triliun
- Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,01 persen menjadi Rp 154,63 triliun
- Tabungan naik 7,29 persen, Deposito meningkat 6,90 persen
- Jumlah rekening nasabah mencapai 20,03 juta, tumbuh 3,30 persen
Baca juga : KPK Ungkap Korupsi Bansos Beras Untungkan Perusahaan Rudy Tanoe Rp 108 M
Dia menerangkan, kenaikan rata-rata tabungan dan deposito menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Meski jumlah BPR-BPRS turun menjadi 1.557 unit akibat konsolidasi, kapasitas pembiayaan tetap tumbuh dan jangkauan layanan tetap luas.
Rakernas Perbarindo 2025 juga merumuskan tujuh agenda prioritas industri. Yakni: peningkatan kompetensi SDM, percepatan digitalisasi melalui core banking system, penyesuaian kebijakan CKPN, perluasan akses data, stabilisasi modal inti minimum, mengkaji kembali atas Penerapan SAK EP bagi industri BPR/BPRS, dan penurunan rasio CAR secara bertahap untuk memperkuat ekspansi pembiayaan. Perbarindo juga berupaya menggali positioning BPR-BPRS terkait beberapa regulasi yang mempengaruhi kondisi bisnis BPR-BPRS hari ini.
Baca juga : Perpusnas dan KPU Bersinergi Bangun Pemilih Cerdas dan Bertanggung Jawab
Perbarindo menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah, perbankan nasional, dan BPR-BPRS akan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari pemberdayaan UMKM hingga penguatan ekonomi daerah. “Kami siap menjadi mitra strategis dalam mendorong pembiayaan inklusif, memperluas akses keuangan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tutup Tedy Alamsyah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya