Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenpora Dorong Kolaborasi Industri Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Bali
Minggu, 19 Oktober 2025 16:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora kembali menggelar Forum Kemitraan Industri Olahraga di Hotel Atanaya, Kuta, Selasa (15/10/2025).
Kali ini, kolaborasi lintas sektor benar-benar didorong pemerintah untuk menjadi penggerak ekonomi baru di Bali.
Forum menghadirkan pelaku usaha, akademisi, komunitas olahraga, hingga pemerintah daerah. Tujuannya satu, membangun sinergi antar mitra industri olahraga agar dampak ekonominya berlipat ganda, terutama di daerah dengan potensi wisata sebesar Bali.
Baca juga : Kemenag Luncurkan Dua Kampung Zakat di Keerom, Perkuat Ekonomi Umat Papua
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menegaskan pembentukan unit deputi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah terhadap potensi ekonomi sektor olahraga.
“Olahraga tertentu bisa menjadi identitas daerah. Bali, misalnya, sangat cocok dengan citra olahraga yoga yang sudah dikenal secara global,” ujar Isnanta.
Ia menambahkan, pengembangan industri olahraga tidak hanya soal prestasi atlet, tetapi juga bagaimana kegiatan olahraga dapat menjadi daya tarik wisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Baca juga : Perkuat Inovasi Hijau, Eagle High Plantations Dorong Kolaborasi Industri
Sementara itu, Plt. Asdep Promosi dan Kemitraan Global Olahraga, Indra Jayaatmaja, menyebut forum ini sebagai wadah komunikasi strategis lintas sektor.
“Forum ini menjadi ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas olahraga untuk memperkuat ekosistem industri olahraga nasional, khususnya di Provinsi Bali,” ujarnya.
Berbagai pihak sepakat, koordinasi cepat dan efektif antara pemerintah dan sektor swasta sangat dibutuhkan, terutama dalam perizinan dan penyelenggaraan event olahraga.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Gelar SAF Forum 2025 Dorong Kolaborasi Langit Rendah Emisi
Para peserta juga menyoroti geliat industri olahraga di Bali yang sebenarnya sudah berjalan. Contohnya, Gobalabali dan Bali United yang aktif dalam pembinaan dan komersialisasi sepak bola. Namun, mereka menilai perlu adanya regulasi yang lebih fleksibel agar industri olahraga memberi efek berganda (multiplier effect) bagi sektor lain seperti UMKM, transportasi, hingga okupansi hotel.
Isu lain yang ikut dibahas adalah pentingnya data kuantitatif tentang kontribusi sektor olahraga terhadap pendapatan daerah. Tanpa data tersebut, sulit bagi pemerintah mengukur dampak nyata kegiatan olahraga terhadap ekonomi lokal.
Forum diakhiri dengan harapan agar pemerintah pusat menindaklanjuti berbagai masukan yang muncul, sehingga kolaborasi lintas sektor benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui industri olahraga berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya