Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Isu Ducati mengembangkan motor MotoGP yang condong ke gaya balap Marc Marquez kembali mencuat seiring dominasi sang juara dunia bersama Ducati Lenovo di MotoGP 2025.
Namun, anggapan tersebut ditepis tegas pembalap penguji Ducati, Michele Pirro.
Pirro memastikan pabrikan asal Borgo Panigale tetap bekerja secara netral dan profesional. Ia menegaskan filosofi pengembangan Desmosedici tidak pernah bergantung pada satu pebalap, termasuk Marc Marquez.
Baca juga : Gelar RUPSLB, BNI Mantapkan Transformasi Dan Tata Kelola Di 2026
“Marc tidak mengubah cara kami bekerja dan tidak ada risiko motor dikembangkan mengikuti keinginannya. Basis motor itu sekitar 90 sampai 95 persen selalu sama,” ujar Pirro.
Menurutnya, Ducati memiliki metode kerja yang sudah mapan dan konsisten, bahkan jauh sebelum Marquez bergabung. Karena itu, Pirro menilai spekulasi yang berkembang di paddock terlalu menyederhanakan persoalan teknis.
Spekulasi tersebut menguat setelah Marquez tampil dominan, sementara rekan setimnya, Francesco Bagnaia, justru menjalani musim yang relatif berat. Banyak pihak menilai Desmosedici lebih cocok dengan karakter Marquez.
Baca juga : Dance, Tetap Gerak Dan Atasi Mood Di Musim Hujan
Pirro mengakui memang ada ruang penyesuaian pada motor, tetapi porsinya sangat kecil dan bersifat opsional. “Sekitar lima persen bisa disesuaikan. Pembalap boleh memilih mau memakainya atau tidak. Tapi kalau dasar motor sudah bekerja dengan baik, itu yang dipertahankan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan fokus Ducati saat ini tidak hanya pada hasil jangka pendek, melainkan pengembangan jangka panjang, terutama menyongsong regulasi MotoGP 2027 yang akan membawa perubahan besar pada mesin hingga ban.
Dalam konteks tersebut, Ducati disebut tidak mungkin mengorbankan arah teknis hanya demi satu pebalap.
Baca juga : MotoGP, Duo Marquez Nggak Ada Lawan
Pernyataan Pirro sekaligus menjadi sinyal penenang bagi Bagnaia. Menurutnya, performa pembalap dipengaruhi banyak faktor dan musim sulit adalah bagian dari dinamika balap.
“Motornya kompetitif, hasilnya juga membuktikan itu. Sayangnya, ada musim ketika seorang pembalap tidak bisa memaksimalkan semua kerja kerasnya,” tutup Pirro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya