Dark/Light Mode

Fixed, Timnas Iran Mundur Dari Piala Dunia 2026

Kamis, 12 Maret 2026 06:14 WIB
Trofi Piala Dunia 2026. (Foto : FIFA.com)
Trofi Piala Dunia 2026. (Foto : FIFA.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Nasional Iran dilaporkan mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik diri dari ajang Piala Dunia FIFA 2026. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap serangan udara Amerika Serikat yang terjadi di Iran pada pekan lalu.

Kabar mundurnya Iran disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali. Ia menegaskan bahwa situasi politik dan keamanan yang terjadi membuat negaranya tidak memungkinkan untuk ambil bagian dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Baca juga : Timnas Putri Iran Ingin Lekas Pulang

“Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Doyanmali dilansir NPR.

Menurutnya, keputusan tersebut juga berkaitan dengan wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut menjadi korban dalam konflik terbaru. Selain itu, faktor keselamatan tim nasional juga menjadi pertimbangan utama pemerintah Iran.

Baca juga : Generasi Perang Di Simpang Jalan

Pada turnamen tersebut, Iran sebenarnya sudah masuk dalam Grup G bersama Tim Nasional Belgia, Tim Nasional Mesir, serta Tim Nasional Selandia Baru. Seluruh pertandingan grup ini dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

“Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran,” jelas Doyanmali.

Baca juga : Ancelotti Diyakini Bisa Bawa Brazil Bangkit di Piala Dunia 2026

“Mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat memastikan bahwa Iran tetap bisa tampil di Piala Dunia di Amerika Serikat. Hal itu disampaikan setelah adanya pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.