Dark/Light Mode

Imbas Perang, Bos F1 Batalin Balapan Di Arab Saudi Dan Bahrain

Minggu, 15 Maret 2026 21:44 WIB
Ilustrasi. Foto: Generated by Gemini
Ilustrasi. Foto: Generated by Gemini

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyelenggara Formula 1 secara resmi membatalkan balapan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang akibat memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, sebuah keputusan yang diumumkan pada Minggu (15/03/2026).

Selain kelas utama Formula 1, pembatalan jadwal balapan pada bulan tersebut juga berlaku untuk ajang Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy. 

Pihak penyelenggara memastikan tidak akan ada seri pengganti yang diselenggarakan selama April meskipun mereka telah mempertimbangkan sejumlah opsi alternatif. 

Keputusan penundaan ini diambil melalui evaluasi mendalam serta konsultasi penuh dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan promotor lokal di kedua negara.

Presiden dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengakui bahwa pembatalan tersebut merupakan pilihan yang sangat berat bagi seluruh pihak. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai satu-satunya keputusan paling tepat mengingat eskalasi kondisi terkini di Timur Tengah. 

Baca juga : Persib Vs Borneo FC, Tekanan Ada di Tuan Rumah

Domenicali sangat menghargai dukungan dan pengertian penuh dari FIA serta promotor lokal yang sebelumnya telah antusias mempersiapkan balapan dengan energi dan semangat khas mereka.

"Meskipun ini merupakan keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini," ujar Domenicali dilansir laman resmi F1. 

"Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka segera setelah keadaan memungkinkan kami untuk melakukannya, imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan bahwa keselamatan komunitas balap dan staf selalu menjadi prioritas mutlak, sehingga keputusan tersebut diambil dengan penuh rasa tanggung jawab. 

Ben Sulayem menaruh harapan besar agar situasi di kawasan tersebut dapat segera tenang dan stabil kembali. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para promotor dan mitra atas pendekatan kolaboratif yang mengarah pada keputusan bersama ini.

Baca juga : Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara

"Segenap pikiran saya tetap tertuju pada semua orang yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa baru ini," kata Ben Sulayem. 

"Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami,” lanjutnya.

Dukungan penuh atas keputusan penundaan ini juga datang dari pihak penyelenggara lokal. Kepala Eksekutif Sirkuit Internasional Bahrain (BIC) Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa mengapresiasi kemitraan berkelanjutan dengan Formula 1 dan FIA. 

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas pesan-pesan dukungan yang mengalir dari seluruh komunitas balap dunia kepada pihak sirkuit.

"Kami menantikan untuk menyambut kembali penggemar dari seluruh dunia ke Bahrain saat F1 kembali," ujar Sheikh Salman.

Baca juga : Ingat Perang Di Rumah Sendiri

Sementara itu, Ketua Federasi Otomotif dan Sepeda Motor Arab Saudi (SAMF) sekaligus Ketua Perusahaan Motorsport Arab Saudi (SMC) Pangeran Khalid bin Sultan Al-Abdullah Al-Faisal menyatakan bahwa pihaknya sangat menghormati keputusan perubahan kalender balap 2026 tersebut. 

Meskipun para penggemar di Arab Saudi sangat menantikan balapan Grand Prix di Jeddah pada April nanti, Pangeran Khalid memastikan kemitraan strategis mereka dengan Formula 1 tetap terjalin erat.

"Kami memahami pertimbangan di balik keputusan ini," pungkas Pangeran Khalid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.