Dark/Light Mode

AS-Iran Perang, Guru Besar IPB Yakin Stok dan Produksi Pangan Indonesia Aman

Rabu, 4 Maret 2026 14:51 WIB
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Penyimpanan Bulog, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Penyimpanan Bulog, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Rektor Perbanas Institute, Prof. Hermanto Siregar, yakin bahwa ketersediaan dan produksi pangan nasional dalam kondisi mencukupi di tengah kekhawatiran dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Hal ini disampaikan Hermanto merespons kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi merembet pada stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia, terutama dalam aspek ketahanan pangan.

“Ketersediaan dan produksi pangan Indonesia mencukupi,” kata Hermanto, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca juga : Pram Siapkan Mitigasi Stok & Harga Pangan

Menurutnya, dampak yang perlu diantisipasi Pemerintah justru berada pada sektor energi. Perang di kawasan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika itu terjadi, Pemerintah perlu memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga serta distribusinya berjalan lancar.

Ia juga mendorong percepatan pengembangan sumber energi non-minyak, khususnya energi terbarukan, sebagai langkah strategis menghadapi potensi lonjakan harga energi global.

Hermanto mengingatkan, dalam kondisi krisis energi, bukan hanya harga BBM yang terdampak, tetapi juga harga pangan. Namun, jika dikelola dengan baik, situasi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi petani tanaman pangan dalam negeri.

Baca juga : LPOI Serukan Hentikan Perang, Dukung Prabowo Mainkan Diplomasi Internasional

“Produksi tanaman pangan kita agar dipacu. Lalu Badan Urusan Logistik (Bulog) harus lebih aktif melakukan pengadaan beras dan bahan pangan lain, sehingga stok di gudang-gudangnya mencukupi, dan senantiasa siap melaksanakan operasi pasar,” paparnya.

Dalam tataran implementasi, lanjut Hermanto, Pemerintah perlu menggandeng sektor swasta agar kebijakan penguatan ketahanan pangan dan energi dapat berjalan lebih efisien dan efektif dengan tata kelola yang baik.

Dengan kombinasi penguatan produksi domestik, optimalisasi cadangan pangan, serta akselerasi energi terbarukan, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global akibat konflik geopolitik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.