Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina International Shipping (PIS) meningkatkan pemantauan terhadap armada kapal tanker dan keselamatan pekerja di kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
Operasional distribusi energi disebut tetap berjalan dengan kewaspadaan tinggi guna mengamankan aset perusahaan dan keselamatan para kru kapal yang bertugas.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan keselamatan kru kapal dan pekerja menjadi prioritas utama perusahaan. PIS juga menjalin komunikasi aktif dengan berbagai pihak untuk memantau situasi keamanan secara real-time.
Baca juga : Dukung Menpora, KemenPPPA Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual di Olahraga
“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam keadaan aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai. Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, serta menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi kedaruratan,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan data perusahaan, sejumlah kapal tanker PIS saat ini masih beroperasi di perairan Timur Tengah. Kapal Gamsunoro tengah melakukan proses pemuatan (loading) di Khor al Zubair, Irak. Sementara itu, kapal Pertamina Pride yang telah menyelesaikan muatannya kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.
Adapun kapal PIS Rinjani terpantau berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, dan kapal PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan (discharge) di Oman.
Baca juga : Desa UniTy United Tractors Perkuat Ketahanan Lereng Arjuno
“PIS terus memastikan untuk memantau kondisi keamanan empat kapal tersebut,” katanya.
Menurut Vega, perusahaan juga berkoordinasi intensif dengan pihak pengelola kapal (ship management) dan otoritas maritim setempat guna memastikan keamanan jalur pelayaran.
Perhatian khusus diberikan pada kapal yang masih berada di area Teluk, yakni Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Line serta Gamsunoro yang berada di bawah pengelolaan Synergy Ship Management.
Baca juga : Timur Tengah Memanas, Rupiah Melemah Ke Rp 16.819
“Keduanya terus dipantau secara real-time untuk memastikan kondisi keamanan. Sambil mengikuti perkembangan 24 jam, kami mengupayakan agar kapal dapat segera keluar dari area Teluk dengan aman,” ujar Vega.
Selain armada laut, PIS juga memastikan keamanan sekitar 30 pekerja beserta keluarga yang berada di kantor cabang PIS Middle East di Dubai. Perusahaan menyatakan akan terus mematuhi arahan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan diplomatik Indonesia di Abu Dhabi dan Dubai untuk memitigasi risiko akibat konflik di kawasan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya