Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gelandang Persib, Marc Klok, membantah tegas tuduhan rasisme yang dialamatkan kepadanya dalam laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kamis (50/4/2026). Ia menilai tudingan tersebut tidak benar dan telah merugikan nama baiknya.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” ujar Klok dalam pernyataannya, Sabtu (2/6/2026)
Klok menegaskan, sepanjang kariernya ia selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, serta menolak segala bentuk rasisme. Ia juga menyebut telah lama berinteraksi dengan pemain dari berbagai latar belakang tanpa masalah.
“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme,” katanya.
Baca juga : Persib Vs Bhayangkara FC, Misi Kunci Gelar Juara
Menurut Klok, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman saat pertandingan berlangsung. Ia menjelaskan, momen terjadi ketika Persib mencetak gol dan mencoba segera melanjutkan permainan.
“Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back,’” jelasnya.
Ia menyebut, setelah kejadian itu, telah terjadi komunikasi langsung dengan pemain lawan untuk meluruskan situasi. Klok mengklaim Doumbia sempat salah paham terhadap ucapannya.
“Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’. Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka,” lanjutnya.
Baca juga : Perundingan AS-Iran Redup, Harga Minyak Melonjak Lagi
Namun, Klok menyayangkan sikap manajer Bhayangkara, Sumardji, yang disebutnya tetap melontarkan tuduhan rasisme meski tidak berada di dekat lokasi kejadian.
“Manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan,” tegas Klok.
Ia mengaku telah meminta agar tuduhan tersebut dihentikan, karena merasa dirugikan dan menilai persoalan itu sudah melampaui batas olahraga.
“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” ucapnya.
Baca juga : Bojan Hodak Pastikan Persib Siap Tempur Hadapi Bhayangkara
Klok pun berharap ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC atas insiden tersebut.
“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya