Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kapten Tim Nasional Korea Selatan, Son Heung-min, menegaskan ambisinya membawa Taegeuk Warriors mengukir sejarah di Piala Dunia FIFA 2026.
Pemain Los Angeles FC itu berharap bisa mengulang perjalanan bersejarah Korea Selatan seperti saat menembus semifinal Piala Dunia 2002.
Son mengaku tampil di Piala Dunia merupakan mimpi masa kecilnya. Turnamen 2026 nanti akan menjadi Piala Dunia keempat dalam kariernya dan ia merasa sangat terhormat masih mendapat kesempatan membela negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca juga : Janji Gavi Bawa Pulang Trofi Piala Dunia Ke Spanyol
“Piala Dunia adalah mimpi masa kecil saya. Piala Dunia pertama yang benar-benar saya rasakan adalah 2002. Sejak saat itu saya ingin menjadi pesepak bola dan tampil di ajang sebesar itu,” ujar Son.
Pemain berusia 33 tahun tersebut juga mengungkapkan kepindahannya ke LAFC tahun lalu salah satunya dipengaruhi faktor Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia merasa antusias bermain di negara yang menjadi tuan rumah turnamen terbesar dunia itu.
Son mengatakan dirinya ingin memberikan kebanggaan kepada komunitas Korea di Los Angeles. Dukungan besar dari masyarakat Korea membuatnya semakin termotivasi untuk tampil maksimal bersama tim nasional.
Baca juga : Pochettino Pede Bawa Amerika Serikat Mentas Di Piala Dunia 2026
Menurut Son, Korea Selatan harus tampil lebih solid jika ingin melangkah lebih jauh dibanding Piala Dunia 2022 saat berhasil menembus babak gugur. Ia menilai seluruh elemen, mulai dari pemain hingga suporter, harus bersatu demi meraih hasil terbaik.
“Ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir saya. Karena itu saya ingin menjalani perjalanan yang luar biasa bersama tim,” katanya.
Son juga menegaskan dirinya tidak pernah merasa terbebani sebagai simbol sepak bola Korea Selatan di level dunia. Ia justru merasa beruntung bisa membawa kebahagiaan bagi masyarakat lewat sepak bola.
Baca juga : Erling Haaland Jadi Andalan Norwegia di Piala Dunia 2026
Ia turut mengenang Piala Dunia 2014 sebagai titik penting dalam kariernya. Saat itu Son masih menjadi pemain termuda Korea Selatan dan mengaku banyak belajar setelah merasakan kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola dunia, termasuk ketika kalah menyakitkan dari Aljazair meski berhasil mencetak gol pertamanya di Piala Dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya