Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sindir penjelasan FIFA, pelatih Norwegia lebih percaya staf dan pemain yang melihat kabel mengubah arah bola. Namun, dia ingin publik mengenang kesuksesan Erling Haaland dkk.
Harapan Norwegia mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 buyar secara dramatis. Kekalahan 1-2 dari Inggris pada perempat final tak hanya menyisakan duka, tapi juga memunculkan kontroversi yang boleh disebut gol “Kabel Tuhan”.
Kubu Norwegia yang diwakili pelatih Stale Solbakken, melontarkan sindiran pedas. Ia menyebut kabel kamera televisi (spider cam) yang membentang di atas lapangan layak mendapat assist atas gol penyeimbang Jude Bellingham.
Norwegia sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul melalui tendangan silang Andreas Schjelderup. Namun, keunggulan itu sirna pada masa injury time babak pertama.
Baca juga : Andreas Schjelderup, Pecah Telur Tapi Pecah Air Mata
Gol Bellingham bermula dari tendangan gawang kiper Orjan Nyland. Bola yang melambung tinggi mendadak berubah arah sebelum jatuh ke area berbahaya dan dimanfaatkan gelandang Inggris tersebut untuk mencetak gol penyeimbang.
Momen itulah yang memicu kemarahan kubu Norwegia. Mereka meyakini lintasan bola berubah karena mengenai kabel spider cam yang melintang di atas stadion. Solbakken bahkan sempat melabrak ofisial pertandingan saat jeda babak pertama untuk memprotes insiden tersebut.
Meski begitu, FIFA langsung membantah tudingan tersebut. Federasi sepakbola dunia itu merujuk pada teknologi smart ball yang digunakan sepanjang turnamen.
“Sensor di dalam bola tidak menunjukkan adanya puncak ‘detak jantung bola’ saat berada di udara. Karena itu, tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas lapangan yang mengubah lintasan bola,” bantah FIFA.
Baca juga : Popularitasnya Nyungsep, Netanyahu Pede Menang
Namun, penjelasan itu tak sepenuhnya memuaskan Solbakken. Dengan nada sarkastis, ia mengaku tak punya dasar untuk membantah data teknologi FIFA, tapi tetap percaya apa yang dilihat para pemain dan stafnya.
“Jika tidak ada suara atau tidak ada bacaan pada cip bola, apa lagi yang bisa saya katakan untuk membantahnya?” ujarnya dengan nada sarkastik.
“Tapi bola yang jatuh lurus dari langit itu dilihat semua orang, termasuk Orjan sebagai kiper dan pemain yang seharusnya menerima bola. Itu situasi yang sangat aneh,” tambahnya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Solbakken berharap perjalanan luar biasa Norwegia tidak dikenang hanya karena insiden “kabel”. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Norwegia sejak 1998, sekaligus pencapaian terbaik mereka dengan menembus perempat final.
Baca juga : Celine Evangelista, Tepis Gosip Jadi Wanita Simpanan...
“Saya berharap orang-orang membicarakan hal lain. Saya sungguh berharap insiden ini bukan menjadi satu-satunya cerita tentang tim kami. Tim ini pantas dikenang karena pencapaiannya, bukan hanya karena satu momen kontroversial,” tutup Solbakken. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya