Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Matricardi Banggakan Dukungan Bobotoh
- Pertamina Patra Niaga, Polda, dan Pemprov Sumbar Sidak BBM Subsidi di Padang
- Makin Pintar Dengan AI, Najwa Shihab Ingatkan Kemampuan Berpikir Jangan Hilang
- Dampak Abu Krakatau, 4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati
- Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Turut Diproses
Erupsi Anak Krakatau, Bhayangkara FC Sesuaikan Pola Latihan
Senin, 7 September 2026 06:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat dalam beberapa hari terakhir turut berdampak terhadap aktivitas Bhayangkara Presisi Lampung FC, tim yang bermarkas di Lampung. Sebaran abu vulkanik bahkan terasa di Bandar Lampung, lokasi tim menjalani persiapan menghadapi kompetisi.
Kondisi tersebut mulai membaik pada Minggu (6/9/2026) pagi. Meski abu vulkanik tidak lagi terlihat turun secara intens, sisa debu dan material vulkanik masih ditemukan di sejumlah ruas jalan serta area lapangan latihan.
Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, mengatakan kondisi udara sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun, para pemain tetap diminta berhati-hati untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Baca juga : Penutupan 8 Bandara Diperpanjang, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama
"Pagi hari ini terlihat membaik, abu vulkaniknya sudah tidak kasat mata ataupun tidak turun lagi. Namun, sisa-sisa debunya masih terasa di lapangan," ujar Khairi.
Menurut Khairi, paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga masalah pada kulit. Karena itu, tim medis bersama manajemen memberikan edukasi kepada pemain dan ofisial.
Skuad Bhayangkara FC juga diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca juga : Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH 7-8 September 2026
Kondisi tersebut membuat tim pelatih harus mengubah pola latihan. Sesi yang seharusnya berlangsung penuh di lapangan terbuka kini dikurangi untuk meminimalkan paparan abu vulkanik.
"Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih mensiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik," kata Khairi.
Setelah itu, pemain tetap menjalani latihan di lapangan, tetapi porsinya hanya difokuskan pada pemulihan. Aktivitas outdoor dibatasi berupa jogging ringan dan pergerakan sederhana dengan durasi yang tidak terlalu lama.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Polisi Sigap Layani Penumpang
Penyesuaian tersebut dilakukan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga setelah pertandingan, sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya