Dark/Light Mode

Bamsoet Ingin Optimalkan Sirkuit Sentul Sebagai Pusat Olahraga Otomotif

Sabtu, 9 Januari 2021 14:49 WIB
Ketua MPR yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (tengah) saat berkunjung ke Sirkuit Sentul, Bogor (9/1). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (tengah) saat berkunjung ke Sirkuit Sentul, Bogor (9/1). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo akan bekerja sama dengan pengelola Sirkuit Internasional Sentul untuk membangun kembali kejayaan sirkuit tersebut. Melalui MoU antara IMI Pusat dengan manajemen Sirkuit Sentul, diharapkan dalam setahun, para pengurus IMI tingkat provinsi bisa bergantian mengadakan kegiatan olahraga otomotif di Sirkuit Sentul.  

"Sebagai kick off, di Februari 2021, IMI akan menggelar lomba balap motor bebek, sebagai wadah menampung anak-anak muda yang gemar balapan agar jangan sampai menyalurkan hasrat balapnya di jalan raya.  Lomba tersebut juga sebagai pemanasan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Bebek, memperebutkan Piala Presiden. Selain digelar di Sirkuit Sentul, IMI juga akan gelar kejurnas tersebut di berbagai daerah lain, bahkan hingga Papua," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai bertemu CEO Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto, di Bogor, Sabtu (9/1). Turut hadir antara lain Dewan Pengawas IMI Kombes (Pol) Samsul Bahri dan Wakil Ketua Umum IMI Sadikin Aksa, serta tokoh olahraga balap nasional Ananda Mikola. 

Berita Terkait : Bamsoet: Persiapan Venue PON Papua Sudah 80 Persen

Ketua DPR ke-20 ini menekankan, keaktifan Sirkuit Sentul menggelar berbagai olahraga otomotif pada akhirnya akan merangsang lahirnya para pembalap Indonesia untuk bisa berkancah di level dunia. Dari 260 juta penduduk, seharusnya tidak sulit menemukan anak bangsa yang bisa menjadi atlet balap dengan kualitas mendunia. 

"Namun, kenyataannya atlet balap nasional yang mampu menembus level internasional masih sangat terbatas. Antara lain Ananda Mikola, Moreno Soeprapto, Rio Haryanto, Doni Tata, Dimas Ekky, Rafid Topan, Subhan Aksa, hingga Sean Gelael. Jumlahnya masih bisa dihitung jari," ucap Bamsoet. 

Berita Terkait : Dukung Keinginan Jokowi, Bamsoet Dorong Kemenkes Gercep Lakukan Vaksinasi Covid-19

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, salah satu penyebabnya bisa jadi karena kurangnya event olahraga otomotif di berbagai daerah. Selain juga kurangnya sarana dan prasarana keberadaan sirkuit sebagai lintasan balap. 

"IMI ingin merubah stereotype olahraga otomotif yang sering diidentikan dengan olahraga mahal. Siapapun dari latar belakang sosial ekonomi manapun, bisa terlibat dalam olahraga otomotif. IMI memulainya dengan mengaktifkan kembali Sirkuit Sentul sebagai salah satu tuan rumah Kejuaraan Nasional Balap Motor Bebek. Selain nanti juga akan ada event lainnya yang mendorong minat dan bakat anak bangsa kita di dunia olahraga otomotif," pungkas Bamsoet. [USU]