Dark/Light Mode

Hasil Studi Kesehatan Mental Pelajar Jakarta

Rabu, 18 Desember 2024 21:16 WIB
M QORI HALIANA / RM
Direktur Eksekutif Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) Nila Moeloek (kedua kanan) didampingi Chairman dan Founder Health Collaborative Center (HCC) dan Ketua Peneliti Ray Wagiu Basrowi (kanan) menyerahkan buku Laporan Hasil Studi Zona Mendengar Jiwa kepada Chief of Program Yayasan BUMN Maya Lestari (kedua kiri) dan Head of Program Health and well being Program Yayasan BUMN Idris Ahmad di Jakarta, Selasa (18/12/2024). Penelitian terbaru dari HCC, FKI bersama Yayasan BUMN melalui inisiatif Mendengar Jiwa Institute mengungkapkan fakta yang memprihatinkan tentang kesehatan mental remaja di Jakarta. Studi ini menunjukkan bahwa 34% pelajar SMA di Jakarta memiliki indikasi masalah kesehatan mental, dengan 3 dari 10 pelajar sering menunjukkan perilaku marah dan cenderung berkelahi akibat gangguan mental emosional.
Direktur Eksekutif Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) Nila Moeloek (kedua kanan) didampingi Chairman dan Founder Health Collaborative Center (HCC) dan Ketua Peneliti Ray Wagiu Basrowi (kanan) menyerahkan buku Laporan Hasil Studi Zona Mendengar Jiwa kepada Chief of Program Yayasan BUMN Maya Lestari (kedua kiri) dan Head of Program Health and well being Program Yayasan BUMN Idris Ahmad di Jakarta, Selasa (18/12/2024). Penelitian terbaru dari HCC, FKI bersama Yayasan BUMN melalui inisiatif Mendengar Jiwa Institute mengungkapkan fakta yang memprihatinkan tentang kesehatan mental remaja di Jakarta. Studi ini menunjukkan bahwa 34% pelajar SMA di Jakarta memiliki indikasi masalah kesehatan mental, dengan 3 dari 10 pelajar sering menunjukkan perilaku marah dan cenderung berkelahi akibat gangguan mental emosional.