Dark/Light Mode

Bank DKI Salurkan Kredit Investasi PT IKPP

Senin, 15 November 2021 13:10 WIB
Dok Bank DKI
Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy (tengah) berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kredit sindikasi investasi refinancing senilai Rp2 triliun yang ditandatangani oleh Direktur Keuangan Bank DKI, Romy Wijayanto (kedua dari kanan) dan Direktur Keuangan Indah Kiat Pulp & Paper, Kurniawan Yuwono (kiri) di Jakarta,Senin (15/11) Penyaluran kredit sindikasi tersebut ditujukan untuk refinancing yang terletak di pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Dalam sindikasi kredit tersebut Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger, sekaligus berperan sebagai agen fasilitas, agen jaminan, agen escrow dan kreditur dengan porsi kredit sebesar Rp500 miliar. Sedangkan Bank Sumut dan Bank Jatim masing-masing Rp270 miliar, Bank Nagari dan Bank Sumsel Babel Rp175 miliar, Bank Maluku Malut Rp110 miliar, Bank Papua Rp95 miliar, Bank Kalteng, Bank Sulselbar dan Bank Kalsel masing-masing Rp85 miliar serta Bank Bengkulu, Bank NTT dan Bank SulutGo masing-masing Rp50 miliar dengan total partisipasi sebesar Rp2 triliun.
Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy (tengah) berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kredit sindikasi investasi refinancing senilai Rp2 triliun yang ditandatangani oleh Direktur Keuangan Bank DKI, Romy Wijayanto (kedua dari kanan) dan Direktur Keuangan Indah Kiat Pulp & Paper, Kurniawan Yuwono (kiri) di Jakarta,Senin (15/11) Penyaluran kredit sindikasi tersebut ditujukan untuk refinancing yang terletak di pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Dalam sindikasi kredit tersebut Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger, sekaligus berperan sebagai agen fasilitas, agen jaminan, agen escrow dan kreditur dengan porsi kredit sebesar Rp500 miliar. Sedangkan Bank Sumut dan Bank Jatim masing-masing Rp270 miliar, Bank Nagari dan Bank Sumsel Babel Rp175 miliar, Bank Maluku Malut Rp110 miliar, Bank Papua Rp95 miliar, Bank Kalteng, Bank Sulselbar dan Bank Kalsel masing-masing Rp85 miliar serta Bank Bengkulu, Bank NTT dan Bank SulutGo masing-masing Rp50 miliar dengan total partisipasi sebesar Rp2 triliun.