Dark/Light Mode

IHDC Ungkap Empat Faktor yang Ancam Kapasitas Kognitif Anak

Kamis, 23 Juli 2026 19:31 WIB
M QORI HALIANA / RM
Direktur Eksekutif Indonesia Health Development Center (IHDC) Ray Wagiu Basrowi memberikan paparan dalam Media Briefing bertajuk “Silent Cognitive Burden: Mengidentifikasi dan Memetakan Determinan Kapasitas Kognitif dan Imajinatif Anak Usia Sekolah di Indonesia” di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Direktur Eksekutif Indonesia Health Development Center (IHDC) Ray Wagiu Basrowi memberikan paparan dalam Media Briefing bertajuk “Silent Cognitive Burden: Mengidentifikasi dan Memetakan Determinan Kapasitas Kognitif dan Imajinatif Anak Usia Sekolah di Indonesia” di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kajian strategis IHDC tersebut menyoroti ancaman silent cognitive burden, yakni kondisi ketika kapasitas neurokognitif anak menurun secara perlahan tanpa gejala klinis yang jelas sehingga berpotensi luput dari perhatian sistem kesehatan maupun pendidikan. Kajian mengidentifikasi empat determinan prioritas yang dapat memengaruhi kapasitas belajar dan perkembangan kognitif anak, yaitu gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, defisiensi zat besi, kekurangan asupan protein, dan gangguan perilaku.

IHDC mendorong penanganan faktor-faktor tersebut sejak usia sekolah melalui pendekatan lintas sektor untuk mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju 2045.