Dark/Light Mode

Polemik Iuran Tapera

Jumat, 31 Mei 2024 21:35 WIB
KHAIRIZAL ANWAR / RM
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban (kiri), dan Pengurus Bidang Ketenagakerjaan APINDO Subchan Gatot menggelar konferensi pers terkait polemik Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) di Jakarta, Jumat (31/5/2024). APINDO dan KSBSI sepakat agar pemerintah mempertimbangkan kembali dan mengkaji ulang implementasi iuran TAPERA, dan berharap pemerintah dapat lebih mengoptimalkan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan bagi pekerja, mengingat ketersediaan dana MLT yang sangat besar dan dinilai belum maksimal pemanfaatannya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban (kiri), dan Pengurus Bidang Ketenagakerjaan APINDO Subchan Gatot menggelar konferensi pers terkait polemik Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) di Jakarta, Jumat (31/5/2024). APINDO dan KSBSI sepakat agar pemerintah mempertimbangkan kembali dan mengkaji ulang implementasi iuran TAPERA, dan berharap pemerintah dapat lebih mengoptimalkan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan bagi pekerja, mengingat ketersediaan dana MLT yang sangat besar dan dinilai belum maksimal pemanfaatannya.