Dark/Light Mode

Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral

Senin, 3 Februari 2025 20:34 WIB
RIZKI SYAHPUTRA / RM
Wakil Kepala Pusat Ekonomi Bisnis Dan Syariah PEBS FEB Universitas Indonesia Nur Kholis (kiri), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar (tengah) dan RIG Leader for Al in Geospatial Economics Binus University Alexander Agung Santoso Gunawan (kanan) menjadi Pembicara 
dalam diskusi Hasil Riset Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral di Indonesia, Jakarta, Senin (3/2/2025). Diskusi tersebut menyoroti beragam potensi ketimpangan yang terjadi dalam proses hilirisasi mineral di Indonesia salah satunya soal pengupahan dimana tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja  mendapat gaji 7-10 kali lipat lebih tinggi dari pekerja lokal di lokasi yang sama.
Wakil Kepala Pusat Ekonomi Bisnis Dan Syariah PEBS FEB Universitas Indonesia Nur Kholis (kiri), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar (tengah) dan RIG Leader for Al in Geospatial Economics Binus University Alexander Agung Santoso Gunawan (kanan) menjadi Pembicara dalam diskusi Hasil Riset Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral di Indonesia, Jakarta, Senin (3/2/2025). Diskusi tersebut menyoroti beragam potensi ketimpangan yang terjadi dalam proses hilirisasi mineral di Indonesia salah satunya soal pengupahan dimana tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja mendapat gaji 7-10 kali lipat lebih tinggi dari pekerja lokal di lokasi yang sama.