Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Inggris - KKP Launching Pendanaan Konservasi Laut Senilai 18 Juta Poundsterling
Rabu, 22 Januari 2025 14:44 WIB
Pemerintah Inggris menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia launching program pendanaan konservasi laut, di Jakarta, Selasa (21/1/2025). Inggris menyediakan dana hingga sebesar 18 juta poundsterling (sekitar Rp 359,9 miliar) untuk membantu Indonesia melakukan konservasi lautnya.
Jumlah yang fantastis ini diumumkan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey pada acara bertajuk 'UK-Indonesia Blue Planet Fund Country Plan'. Ini adalah Program Adaptasi Iklim dan Laut serta Transisi Berkelanjutan baru di Indonesia, atau yang disingkat program COAST.
"Inggris akan menyediakan hingga £18 juta lebih lanjut melalui COAST Indonesia, untuk mendukung Pemerintah Indonesia dan masyarakat pesisir dalam meningkatkan pengelolaan, mata pencaharian, dan tata kelola pesisir," kata Dubes Jermey saat sesi doorstop di Hotel Shangri-La, Jakarta.
Launching program dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Inggris untuk Indo Pasifik Catherine West. Menteri KKP mengapresiasi pemerintah Inggris yang berkomitmen mendukung upaya konservasi laut Indonesia. Karena permasalahan iklim dan lingkungan memerlukan kerja sama, baik itu di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Sakti mengatakan, salah satu inisiatif utama kebijakan Indonesia di era Presiden Prabowo Subianto adalah perluasan kawasan konservasi laut (Kawasan Konservasi Laut).
KKP berencana melindungi 10% wilayah laut Indonesia (setara dengan 30 juta hektar) pada tahun 2030 dan 30% atau 97,5 juta hektar pada tahun 2045. Kawasan konservasi tersebut akan dilindungi dengan baik dan tidak terganggu oleh lewatnya kapal.
"Karena kawasan itu menjadi penting untuk ekologi. Baik itu untuk serapan karbon, tempat pemijahan ikan, dan reproduksi oksigen. Kalau ini bisa dijalankan dengan benar, kira-kira kita akan mencapai TCO2 equivalent carbon. Nilainya, menurut data Ditjen Ruang Laut sekitar Rp 333 triliun," pungkasnya.
Videografer: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya