Sebelumnya
Dulu, sambungnya, keluarganya masih menganggap tabu untuk berkonsultasi ke psikolog. Karena itu, dia mencoba banyak cara untuk sembuh dari trauma.
Aurelie bahkan mengalami depresi akut, yang membuatnya harus bolak-balik ke psikolog. Dan dari sanalah Broken Strings lahir sebagai bentuk terapinya untuk sembuh.
Baca juga : Terkait Pajak dan Bea Cukai, KPK OTT di Jakarta, Kalsel dan Lampung
“Di Amerika, aku coba hipnoterapi. Aku kira semua itu sudah selesai, sudah jauh, tidak lagi berpengaruh. Ternyata bukan hilang, aku hanya tidak pernah benar-benar berani menghadapinya. Aku disuruh menulis, mengeluarkan semuanya sekali saja,” katanya.
Setelah kisahnya viral, Aurelie mengaku senang banyak orang mulai paham sudut pandang korban yang susah keluar dan bicara. Dia juga senang kisahnya mulai dibahas di bangku-bangku sekolah.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Kisaran 5,3%
“Aku senang banget. Tahun 2026, pembahasan tentang child grooming nggak lagi tabu dan dibahas di mana-mana, termasuk sekolah,” tuntasnya. TAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Jumat, 6 Februari 2026 dengan judul "Happy Ngajar 67 Tahun, Nenek Raih Rekor Dunia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.