Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aksi Noel Di Pengadilan Tipikor Jadi Perbincangan Hangat
Hendri Satrio: Hanya Mencari-cari Simpati Dari Publik
Kamis, 5 Februari 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pernyataan Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang klaim punya info soal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal "di-Noel-kan" mengundang perbincangan. Ada yang menilai itu sebagai pengingat, tapi ada juga menilai Noel sedang cari perhatian.
Sebelumnya, Noel mewanti-wanti Menkeu Purbaya untuk "hati-hati." Hal tersebut disampaikannya pada sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Noel hadir sebagai terdakwa kasus korupsi K3 di lingkungan Kemenaker.
"Hati-hati, Pak Purbaya, sejengkal lagi nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan. Hati-hati dong, Pak Purbaya," ungkap Noel.
Dia menyebut klaimnya berasal dari "informasi A1." Noel pun mengaku yakin informasi tersebut benar adanya dan bakal terjadi dalam waktu dekat.
Baca juga : Dongkrak Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Siapkan Bansos Lebaran 12,8 T
Sementara itu, Purbaya menepis kemungkinan dirinya akan mengalami nasib serupa dengan Noel. Pasalnya, dia menegaskan tidak pernah menerima suap.
"Oh biar saja, yang penting saya enggak terima duit. Noel kan terima (duit), kan saya enggak terima duit, gaji saya gede di sini (Menkeu), cukup. Kasus seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinannya terjadi, kecuali saya mulai terima uang," kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kemenkeu, Juanda, Senin (26/1/2026).
Purbaya juga memastikan isu tersebut tidak akan mengganggu agenda reformasi pajak yang tengah dijalankan Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya. Dia menegaskan, penerimaan uang atau suap justru akan menempatkannya dalam posisi rentan dan menghambat kinerja sebagai pejabat publik.
"Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya bertanggung jawab ke Presiden, yang lain saya enggak peduli," tandas Purbaya.
Baca juga : Terendus Ada di ASEAN, MRC Diburu 196 Negara
Menyoroti hal tersebut, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai, pernyataan Noel tersebut semata hanya untuk mendapatkan simpati publik sebagai penyelamat.
"Jadi kalau dalam ilmu komunikasi itu ada teori situational crisis communication (SCCT) dari Timothy Combs, seseorang dalam krisis gunakan cara pulihkan kepercayaan publik," kata pria yang akrab disapa Hensa ini, Senin (2/2/2026).
Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo mengatakan, jika langkah Noel sekadar mengingatkan Purbaya, sah-sah saja. Namun, lanjut dia, kalau Purbaya bersih, ya sulit bagi penegak hukum untuk melakukan kriminalisasi.
"Nyanyian itu kan belum tentu benar," ujar Yudi kepada Rakyat Merdeka, Rabu (4/2/2026).
Baca juga : Ketemu Pimpinan Ormas Islam, Presiden Jelaskan Alasan RI Masuk Board Of Peace
Untuk mengetahui pandangan dari Hendri Satrio mengenai pernyataan Noel tentang Menkeu Purbaya akan di-Noel-kan, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya