RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah resmi bekerja sama dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Perolehan suara dua partai ini dalam Pemilu Legislatif 2019, jika digabungkan, sudah memenuhi syarat (ambang batas) mengusung Calon Presiden-Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Yakni, minimal 20 persen jumlah kursi DPR.
Mereka pun sepakat akan mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres). Sedangkan siapa Calon Wakil Presidennya (Cawapresnya), akan dibicarakan Prabowo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Karena Prabowo sudah didukung PKB sebagai Capres, maka Muhaimin memegang peranan sangat penting dalam menentukan Cawapres yang akan diusung KKIR.
"Pak Muhaimin adalah pemegang kunci utama penentuan Cawapres ini," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dalam catatan Rakyat Merdeka.
Baca juga : Imin Menunggu Dipanggil Mega
Tapi, situasi politik masih sangat dinamis. Bisa dibilang, hingga saat ini, belum ada koalisi yang pasti. Kecuali, jika mereka telah resmi mendaftarkan Capres-Cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Seiring berjalannya waktu, muncul wacana bahwa PAN akan ikut mendukung Prabowo sebagai Capres. Asalkan, PAN mendapatkan tiket Cawapres.
Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto pun meminta Ketua Umum Gerindra menjembatani komunikasi dengan PKB. "Peran Pak Prabowo sangat penting untuk melakukan konsolidasi konkret tiga partai ini," ucap Yandri, Senin (3/7).
Sedangkan Ketua DPP PKB Dita Indah Sari menyatakan, telah membaca hal itu di media massa. "Pendatang baru kok minta duduk di depan. Ibarat naik bus belakangan, ya cari tempat duduk di belakang," kata Dita, Selasa (4/7).
Baca juga : Muslimin: Di Politik, Tidak Ada Yang Tidak Mungkin
Tapi, situasi politik masih sangat dinamis. Bukan tidak mungkin, PAN akan berkoalisi dengan Gerindra dan PKB menjelang pendaftaran Capres-Cawapres.
Lantas, bagaimana potensi terwujudnya koalisi Partai Gerindra,PKB dan PAN? Berikut wawancara dengan Ketua DPP PKB Dita Indah Sari mengenai hal ini.
Jika mendapatkan tiket Cawapres, mungkin PAN mau berkoalisi denganPartai Gerindra dan PKB. Tanggapan Anda?
PKB dan Partai Gerindra, sudah menjalin relasi dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sekitar satu tahun. Kami sudah bicara visi, misi, program, komitmen bersama dan sebagainya. Kami juga sudah punya sekretariat bersama, baru membahas Capres-Cawapres.
Baca juga : Herman Khaeron: Kami Masih Berkomitmen Dengan Koalisi Perubahan
Maksud Anda, PAN harus melalui proses seperti itu terlebih dahulu?
Iya, tidak ujug-ujug mematok syarat mendapatkan posisi Cawapres. Kami harus mengerti terlebih dahulu, visi, misi, program, tawaran mereka dan sebagainya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.