Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda tentang kabar dampak buruk pemakaian vaksin Covid-19 ini?
Kita tidak perlu terlalu reaktif atas informasi dampak vaksinasi yang dirilis media luar. Meskipun, itu diambil oleh legal yang ada di Inggris. Toh, itu juga sudah dibantah perusahaan farmasi yang digugat.
Bukankah wajar jika masyarakat khawatir?
Baca juga : Siti Nadia Tarmizi: Di Indonesia Tidak Ada Kasus
Kalau kita terlalu reaktif, ini akan mengganggu psikologis rakyat. Yang disampaikan Komnas KIPI sudah tepat.
Apa yang sudah tepat itu?
Bahwa, vaksin mendapatkan izin edar, prosesnya sangat panjang. Namun harus diakui, karena dalam keadaan pandemi, memang itu izin darurat. Sebab, kalau untuk mendapatkan izin vaksin, harus bertahun-tahun.
Baca juga : Jemaah Haji Hati-hati Kena Tipu Visa Bodong
Bagaimana dengan kualitasnya jika izin itu darurat?
Meskipun izinnya darurat, tetap menggunakan azas kehati-hatian, keamanan, mutu dikedepankan. Mulai dari uji laboratorium melalui hewan, uji pra klinis, uji klinis 1, 2 dan 3. Itu kan butuh waktu penelitian yang sangat panjang. Sudah dipastikan keamanannya, efek sampingnya. Setelah itu, baru mendapatkan izin edar.
Apa yang harus dilakukan Pemerintah saat ini?
Baca juga : Melly Goeslaw Incar Tiket Partai Gerindra
World Health Organization (WHO) sudah menyarankan kepada masing-masing negara untuk melakukan surveilans mengenai apa dampak-dampak yang terjadi. Hal itu untuk mengkaji risiko-risiko selanjutnya, termasuk di Indonesia.
Rekomendasi WHO terhadap surveilans ini sudah berjalan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir. Serahkan sepenuhnya kepada Pemerintah yang sudah kerjasama dengan WHO. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 06 Mei 2024 dengan judul "Muncul Kabar Pembekuan Darah Gara-gara Vaksin Covid-19, Rahmad Handoyo: Meskipun Darurat Tetap Hati-hati"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.