RM.id Rakyat Merdeka - Fenomena jasa pembuatan atau joki skripsi sedang ramai dibahas. Jasa ini, dinilai sebagai ancaman bagi masa depan bangsa.
Di media sosial, tampak sejumlah akun yang bahkan terang-terangan menyebut akunnya sebagai joki skripsi.
Wakil Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Andy Hadianto mengatakan, joki skripsi merupakan tindak kejahatan akademik yang harus ditindak dengan tegas.
Baca juga : Kemenkes Siapkan Sanksi
Sebab, lanjut Andy, perjokian ini secara tidak langsung memberikan kerugian terhadap bangsa dan negara.
"Para mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin bangsa, harus memiliki integritas dan karakter yang tangguh," ujar Andy, Sabtu (27/7/2024).
Dia menambahkan, perjokian akademik, apa pun bentuknya akan merusak integritas dan karakter mahasiswa. Sehingga, akan mengakibatkan mahasiswa menjadi generasi pemalas.
"Suka ambil jalan pintas dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," tandas Andy.
Menurut Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira, perjokian skripsi sebenarnya sudah marak terjadi sejak lama. Tapi, lanjutnya, penggunaan jasa joki skripsi tergantung kepada mahasiswa dan dosen pembimbingnya.
"Mahasiswa baik tidak mungkin pakai jasa joki. Begitu juga dosennya, kalau kerjanya benar, pasti tahu itu dikerjakan sendiri oleh mahasiswa atau tidak," ucap Andreas, Sabtu (27/7/2024).
Baca juga : Resmi, PKS Usung Imam-Ririn Farabi
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Andreas Hugo Pareira.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.