Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat situasi dan kondisi industri tekstil saat ini?
PHK di industri tekstil kian mengkhawatirkan. Jika tidak ada solusi dari pemangku kebijakan, angka pengangguran akibat lesunya industri tekstil, akan membebani Pemerintah. Sebab, pekerja industri tekstil yang terkena PHK, tidak mudah menemukan tempat kerja baru.
Kenapa mereka sulit mencari kerja di tempat lain?
Karena, kondisi industri tekstil secara nasional, masih lesu. Kami di Komisi IX DPR menaruh perhatian besar dari sisi pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Bagaimana pun bertambahnya angka pengangguran, akan membebani Pemerintah.
Baca juga : Pemerintah Bangun Pusat Riset Morowali
Apa penyebab lesunya industri tekstil yang mengakibatkan angka pengangguran menjadi meningkat?
Salah satu penyebab lesunya industri tekstil nasional, adalah membanjirnya produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah.
Jika ada persoalan di hulu terkait sebuah industri padat karya, efeknya akan berdampak di hilir dari sisi pekerja. Kami, di Komisi IX DPR berkepentingan untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, termasuk dari ancaman PHK sepihak.
Adakah saran kepada Pemerintah?
Baca juga : Hanif Tegaskan PKB Bukan Jawasentris
Harap dicatat, setiap kebijakan yang diambil, harus diperhatikan dampaknya dari hulu ke hilir, jangan sampai atas nama kemudahan impor, justru mengorbankan anak bangsa yang kehilangan pekerjaan.
Apakah ada solusi agar para pekerja yang di-PHK mendapatkan pekerjaan baru?
Keterampilan para pekerja di bidang industri tekstil, tidak serta merta bisa dialihkan ke industri lain atau diminta membuka usaha. Padahal, pekerja korban PHK harus terus menghidupi keluarganya.
Tidak mudah mencari kerja di indusri tekstil yang lain jika sama-sama sedang lesu. Atau dipaksa menjadi wirausaha UMKM yang belum tentu mendapatkan pendapatan tetap. NNM
Baca juga : Gerindra Pilih Kadernya Untuk Pilwalkot Bogor
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 30 Juli 2024 dengan judul "Target Investasi Rp 1.650 triliun, Baru Tercapai Rp 829,9 Triliun, Bahlil: Penerus Saya Tinggal Cari Sisanya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.