RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, wacana penambahan jumlah Kementerian semakin menguat.
Juru Bicara Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Sabtu (28/9/2024) mengatakan, ada kemungkinan jumlah kementerian akan bertambah. Namun, dia mengaku belum bisa memastikan jumlah kementerian itu.
“Sekarang masih dalam proses. Nanti Pak Prabowo yang akan mengumumkan,” katanya.
Baca juga : Jokowi: Wajah Negara Ada Di PLBN Yang Kita Bangun
Penambahan Kementerian, berdampak terhadap DPR. Jumlah Komisi di DPR pun akan ikut bertambah. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, perihal jumlah komisi akan ditambah, dari 11 menjadi 13, masih dalam tahap perencanaan dan simulasi.
“Kami baru merencanakan, mensimulasikan,” katanya, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2024).
Dasco mengatakan, ada sejumlah Komisi di DPR yang mitranya terlalu banyak. Dengan demikian, perlu adanya pemekaran Komisi. Sehingga, satu Komisi akan dikembangkan dengan gabungan beberapa AKD (Alat Kelengkapan Dewan) yang disesuaikan dengan jumlah kementerian.
Baca juga : Kawal Transisi Pemerintahan
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi tidak mempermasalahkan jika ada penambahan jumlah Komisi. “PAN setuju,” ujarnya.
Namun menurut Juru Bicara DPP PDIP Cyril Raoul (Chico) Hakim, penambahan Komisi akan mengurangi beban DPR.
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Viva Yoga Mauladi tentang penambahan jumlah Komisi DPR.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.