Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Didorong Jadi Logistics Company
PT Pos Siap Orkestrasikan Ekosistem Logistik BUMN
Kamis, 3 Oktober 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya menjadi Logistics Company atau Holding Logistik sesuai harapan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Langkah ini diharapkan dapat mengorkestrasikan ekosistem logistik di semua perusahaan pelat merah.
Direktur Operasi dan Digital Services Pos Indonesia Hariadi mengatakan, saat ini masing-masing perusahaan BUMN memiliki unit usaha yang bergerak di sektor logistik. Setidaknya, ada lebih dari 37 unit usaha yang bergerak di sektor logistik.
“Misalnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) punya sendiri, PT Semen Indonesia (Persero) juga punya sendiri. Itu yang ingin kita orkestrasikan. Tapi, ini bukan eksklusif untuk perusahaan BUMN saja. Harapannya ke depan bisa mengorkestrasikan semua pemain-pemain di sektor, logistik ” ujar Hariadi dalam acara Media Briefing bertema Smart Supply Chain: Digitalisasi Sistem Logistik Indonesia, di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Ia menyampaikan, pihaknya telah bertransformasi dari network company ke platform company. Selain bertransformasi, sambung dia, Pos Indonesia ditetapkan menjadi PMO (Project Management Officer) untuk Klaster Logistik BUMN.
Baca juga : Menko Airlangga Ingin Kadin Genjot Investasi
Ia mengakui, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam sektor logistik, di antaranya fragmented logistics servicer. Selain itu, masih besarnya in balance trading antara pengiriman barang dari barat Indonesia ke timur Indonesia.
“Untuk hal ini, tentu kami perlu mengoptimalkan kapasitas yang ada. Karena, ketika pengiriman dilakukan dari barat ke timur kapasitasnya full, namun (angkutan) sebaliknya kosong,” katanya.
Menurutnya, hal ini menjadi risiko yang dihadapi para pelaku angkutan logistik. Sebab, tidak ada ekosistem yang mempertemukan supply and demand antar wilayah di Indonesia.
Apalagi, lanjutnya, sentra-sentra industri yang ada di barat dan timur Indonesia tidak seimbang. Karena itu, menurutnya, Pos Indonesia diminta Kementerian BUMN untuk menjadi Logistics Company demi menghadapi tantangan-tantangan sektor logistik di Indonesia.
Baca juga : Pemprov Latih Warga Olah Makanan Sehat Terjangkau
Serta diperlukan sinergi dengan banyak pihak, termasuk swasta, untuk membentuk ekosistem logistik tersebut. Ini mengingat, masih perlu dilakukan peningkatan konektivitas antar wilayah dan lainnya. Di samping itu, juga dibutuhkan dukungan dari sisi regulasi, infrastruktur dan lainnya.
“Target (menjadi Logistics Company) belum tahu. Ini masih tahap awal. Yang kami lakukan sekarang, adalah membangun infrastruktur dan konektivitas di masing-masing BUMN ini,” terangnya.
Ia meyakini, bila ekosistem logistik ini bisa terbangun, maka ada upaya yang bisa dioptimalkan ke depannya dalam menekan biaya logistik.
“Sebab, terdapat potensi terbentuknya layanan logistik secara end-to-end yang dimiliki oleh anggota Klaster BUMN Logistik,” katanya.
Baca juga : Debat Cawapres AS Lebih Tenang Dan Adem
Di kesempatan yang sama, Group Head Transformasi Korporasi Manajemen Program PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Mona Yudika menegaskan, proses digitalisasi yang dilakukan pasca merger pada 1 Oktober 2021, telah mendorong adanya penurunan biaya logistik dari sebelumnya di angka 24 persen, kini menjadi 14,29 persen.
“Bicara logistik, kadang orang tahunya cuma pelabuhan. Padahal ada juga angkutan dari darat atau trucking. Dari sisi pelabuhan, kontribusi biaya logistik kurang dari 1 persen,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya