BREAKING NEWS
 

Hanya Bisa Dibeli Di Pangkalan Resmi, Pro Kontra Kebijakan Gas Melon

Sartono Hutomo: Ini Karena Subsidi Tak Tepat Sasaran

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 3 Februari 2025 07:40 WIB
Sartono Hutomo, Anggota Komisi VI DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi gas 3 kilogram (Kg) atau gas melon pada 2023 sebesar Rp 117,85 triliun. Tahun 2024, anggaran subsidi ini Rp 87,5 triliun. Sedangkan tahun 2025, menjadi Rp 87 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, harga elpiji 3 Kg seharusnya mencapai Rp 42.750 per tabung jika tanpa subsidi. Karena ada subsidi, masyarakat hanya perlu membayar sekitar Rp 18.000 hingga Rp 23.000 per tabung.

Namun, subsidi ini, dinilai tidak tepat sasaran. Karena, banyak orang kaya atau orang mampu yang membeli gas bersubsidi ini. Untuk menutup kebocoran subsidi, Pemerintah memperketat distribusi gas.

Baca juga : Bahlil Jamin Beringin Solid Jalankan Tugas

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan, pembelian gas 3 Kg dilayani di Pangkalan Resmi Pertamina mulai 1 Februari 2025.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, seperti dilansir Antara mengatakan, per 1 Februari 2025, LPG 3 Kg tidak lagi bisa dijual pengecer. Masyarakat harus membeli di pangkalan resmi terdekat yang sudah terdaftar di Pertamina. Menghilangkan pengecer dari rantai pasokan gas subsidi, dilakukan agar masyarakat dapat menerima harga resmi sesuai ketetapan Pemerintah.

Senada, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, kebijakan tentang gas melon hanya bisa dibeli di pangakalan resmi, merupakan upaya Pemerintah agar subsidi tepat sasaran.

Baca juga : Para Kepala Daerah Agar Tunaikan Janji Kampanye

“Kami berharap yang namanya subsidi, bisa diterima oleh yang berhak. Bukan untuk menyulitkan," kata Prasetyo di KompleksParlemen, Jakarta, Sabtu (1/2/2025).

Menindaklanjuti itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lokasi pangkalan agen gas 3 Kg. Hal ini dilakukan Pemerintah agar subsidi tepat sasaran. Ia pun mengimbau masyarakat untuk membeli langsung di pangkalan resmi.

Namun, ada dampak dari pembelian di pangkalan resmi. Salah satunya, antrean yang begitu panjang. Meski begitu, anggotaKomisi VI DPR Sartono Hutomo tak mempermasalahkannya. Ia justru mendukung kebijakan Pemerintahini. “Supaya tepat sasaran,” katanya.

Baca juga : Gapeka 2025 Bikin Kereta Lebih Cepat Dan Efisien

Sedangkan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno meminta agar pangkalan resmi diperbanyak. Supaya, masyarakat mudah membeli gas 3 Kg.

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Sartono Hutomo mengenai distribusi gas melon ke masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense