Dark/Light Mode

Lakukan Banyak Inovasi Dan Perbaikan Layanan

Gapeka 2025 Bikin Kereta Lebih Cepat Dan Efisien

Senin, 3 Februari 2025 07:25 WIB
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo (kiri) didampingi Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (kanan) saat peninjauan Posko Gapeka 2025 di Stasiun Bandung, Sabtu (1/2/2025), Sabtu (1/2/2025). (Foto: Humas Daop 2 Bandung)
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo (kiri) didampingi Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (kanan) saat peninjauan Posko Gapeka 2025 di Stasiun Bandung, Sabtu (1/2/2025), Sabtu (1/2/2025). (Foto: Humas Daop 2 Bandung)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) meyakini, kebijakan-kebijakan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 dapat memberi layanan transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo menyatakan, pihaknya melakukan peningkatan kecepa­tan operasional di 25 lintas Jawa dan 19 lintas Sumatera, dalam Gapeka 2025. Dia meyakini, melalui peningkatan prasarana hingga 120 km/jam serta peng­gunaan sarana terbaru yang jauh lebih andal, kecepatan operasio­nal kereta semakin optimal.

"Gapeka 2025 resmi berlaku per Sabtu (1/2/2025). Dampak dari peningkatan ini adalah pen­gurangan waktu perjalanan se­cara keseluruhan, yang memung­kinkan pelanggan kereta api tiba lebih cepat di tujuan," ujar Didiek dalam keterangan resminya, di­kutip Minggu (2/2/2025).

Selain menambah kecepatan operasional kereta, lanjut dia, Gapeka 2025 juga memberlaku­kan penambahan jumlah perjala­nan kereta api sebanyak 8 persen hingga 17 persen, dibandingkan realisasi eksisting. Menurutnya, kapasitas angkut juga meningkat sebanyak 14 persen hingga 21 persen.

Baca juga : Kortas Tipidkor Dan KPK Yakin Tidak Berbenturan

Didiek juga menguraikan se­jumlah kereta api yang mendapat­kan peningkatan frekuensi per­jalanan. Di antaranya, KA Argo Merbabu: Dari 2 KA menjadi 6 KA, KA Taksaka: Dari 4 KA menjadi 6 KA dan KA Purwoja­ya: Dari 2 KA menjadi 6 KA.

"Sebagai bagian dari ino­vasi layanan, KAI melakukan optimalisasi dan perubahan rute pada beberapa kereta api, untuk memberi pelayanan yang lebih baik. Perubahan yang dilakukan, seperti KA Argo Cheribon, dia­lihkan menjadi KA Gunungjati dan Cakrabuana, dan KA Kuto­jaya Utara, dialihkan menjadi KA Madiun Jaya," tuturnya.

Didiek mengatakan, pening­katan layanan dalam Gapeka 2025 merupakan wujud komit­men Pemerintah dan perusahaan, dalam menyediakan transportasi yang andal, efisien, serta berkon­tribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui peningkatan kecepa­tan, penambahan jalur, reaktivasi stasiun, serta optimalisasi pola operasi, kami berharap layanan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Kami ber­harap, peningkatan ini juga dapat menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan konek­tivitas nasional," tandasnya.

Baca juga : PLN Komit Wujudkan Energi Berkeadilan

Direktur Jenderal (Dirjen) KA Kementerian Perhubungan (Ke­menhub), Risal Wasal berharap, Gapeka 2025 dapat mening­katkan aksesibilitas, sekaligus mendorong roda perekonomian masyarakat. "Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) ber­peran aktif dalam pembangunan prasarana perketaapian melalui penambahan beberapa jalur baru da reaktivasi stasiun," ujarnya.

Risal menambahkan, langkah strategis yang diambil dalam Gapeka 2025 juga mencakup penambahan layanan Stasiun Baru Pondok Rajeg, yang akan melayani pelanggan di kawasan perkotaan dengan tingkat mo­bilitas tinggi. Peningkatan jalur tunggal menjadi jalur ganda juga dihadirkan sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas.

"DJKA juga menambah lintas baru, di antaranya Rantauprapat Baru-Pondok S5, dan Semarang Tawang-Tanjungmas. Penam­bahan jalur ini diharapkan dapat membuat layanan kereta api semakin luas, serta mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat," ucap Risal

Diberbagai platform media sosial, banyak netizen berharap Gapeka 2025 bisa mengakomo­dir penumpang saat peak season, seperti jelang hari raya Idul Fitri, serta masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Logikanya, kalau perjalanan kereta jadi cepat dan ada penambahan frekuensi, kita nggak usah ada lagi ‘war tiket’ jelang lebaran. Ya gak sih?" cuit akun @romeojuan333_.

Baca juga : Industri Manufaktur Beri Sinyal Positif Ekonomi RI

"Apa pun itu selamat tinggal GAPEKA 2023. Welcome GA­PEKA 2025. Semoga nggak ada lagi delay-delay kereta," tulis akun @keretasenja35. "Jangan hanya lebaran, saat libur Natal dan Tahun Baru, idealnya nggak ada lagi war tiket kereta,” timpal akun @Waitinggsroomss.

Senada, akun @TfYogyakarta mengapresiasi kehadiran GA­PEKA 2025. "Akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga, GAPEKA 2025. Maksudnya, rute terbaru Trans Jogja Istimewa yang akan berlaku per 1 Februari 2025!" cetusnya. "Saya hanya penggembira ikut alisasi Gapeka 2025 Commuter line Jogja Solo dan Prameks Kutoarjo Jogja," sahut akun @njogolathi.

"Perubahan Gapeka 2025 di­latarbelakangi banyaknya sa­rana kereta, tingginya mobilitas barang dan orang, penambahan infrastruktur perkeretaapian, dan kebutuhan logistik yang terus bertambah. Semoga Ga­peka 2025 bisa membuat layanan kereta semain mudah, aman dan cepat," harap akun @saha­bat_kereta. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.