Sebelumnya
RUU TNI sudah disahkan DPR menjadi Undang-Undang. Tanggapan Anda?
YLBHI mengecam pengesahan ini, walaupun kami sadar dan sudah memprediksi pembahasan dan pengesahan RUU TNI akan dilakukan dengan cara kilat seperti ini.
Ini pola yang sudah terlihat di DPR sejak revisi UU KPK, UU Cipta Kerja, UU Minerba, hingga UU BUMN. DPR bersama pemerintah tidak mentolerir perbedaan dan kritik. Partai-partai melalui fraksinya, ikut selera penguasa.
Apakah Anda dkk akan menggugat ke MK?
Baca juga : Idrus Marham: Penguatan Tak Berarti Kembali Seperti Dulu
Untuk ke MK, kami belum mendiskusikan lebih lanjut. Memang, banyak problem dalam proses dan substansi Undang-Undang ini. Tapi, kenapa harus selalu ke MK, padahal kewajiban DPR untuk menyusun undang-undang dengan baik dan benar.
Kenapa Anda dkk memprotes pengesahan ini?
YLBHI melihat, UU ini hanya untuk menyalurkan kepentingan elite yang tidak mau menaati aturan main demokratis.
Pada 20 Maret 2025, kita juga menyaksikan bahwa ketika rakyat hendak datang ke rumahnya di DPR, dihadapi banyak aparat dengan alat dan senjata yang terlihat lengkap. Pintu-pintu dan pagar dipasang penghalang beton agar rakyat semakin sulit bersuara.
Baca juga : Pemerintah Geber Skrining TBC Di Lapas
Apa lagi catatan Anda?
Kami juga menyaksikan kembali pengerahan paramiliter yang dapat menimbulkan konflik horizontal. Kita melihat bahwa sedemikian rupa kritik rakyat dianggap sebagai musuh dan ancaman.
Apa yang Anda khawatirkan?
Kami sangat khawatir ini akan berdampak serius terhadap kebebasan sipil dan penghormatan HAM. YLBHI sangat khawatir ini akan berdampak pada represi dan penggusuran warga negara, petani, masyarakat adat, masyarakat di pulau-pulau di penjuru Nusantara yang mempertahankan tanah airnya dari gempuran proyek-proyek investasi.
Baca juga : Kucilkan Koruptor Di Pulau
Apa langkah selanjutnya?
Kami menegaskan komitmen LBH-YLBHI dan mengajak seluruh rakyat dan gerakan masyarakat sipil untuk tetap bersuara, menyampaikan kebenaran, keadilan, menjaga demokrasi, negara hukum dan hak asasi manusia. Kita tak boleh menyerah untuk menjaga dan memperbaiki negeri ini. Semoga Tuhan menolong kita semua.
Bersiaplah, karena paket undang-undang lain yang berpotensi mengerikan dan gelap, bisa dikebut untuk diselesaikan. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 21 Maret 2025 dengan judul "UU TNI Sudah Disahkan, Protes Masih Bergulir Muhamad Isnur: Hanya Menyalurkan Kepentingan Elite"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.