Sebelumnya
Bagaimana pandangan Anda terkait implementasi program asuransi dalam program MBG?
Saya menilai program asuransi MBG ini akan berdampak pada pemborosan fiskal. Ini karena penambahan pengeluaran dari program perlindungan sosial yang sebenarnya sudah ada. Idealnya, alokasi anggaran tersebut diterima langsung oleh penerima manfaat.
Jadi, menurut Anda alokasi dana asuransi ini tidak tepat sasaran?
Baca juga : Kasasi dan PK Ditolak, Plate Tetap Divonis 15 Tahun
Ya, betul. Sebagian dana justru dialihkan kepada korporasi atau lembaga eksternal seperti perusahaan asuransi. Jika ditelisik lebih dalam, potensi moral hazard dari kebijakan ini sangat tinggi.
Ada anggapan bahwa program ini juga bertujuan mendukung industri asuransi. Apakah Anda sependapat?
Saya kira ini hanya akal-akalan saja dari pemerintah untuk menopang industri asuransi, baik BUMN maupun swasta. Saat ini industri tersebut sedang lesu karena daya beli dan konsumsi masyarakat menurun, dan program ini membuka peluang dana negara justru disalurkan kepada pihak ketiga.
Baca juga : Ogi Prastomiyono: Asuransi Melindungi Risiko Keracunan
Bukankah program ini memberikan jaminan tambahan bagi penerima manfaat?
Justru ini yang menjadi persoalan. Program ini bersifat redundant, tumpang tindih dengan asuransi pemerintah lain seperti BPJS Ketenagakerjaan. Tidak masuk akal jika semua penerima manfaat harus diasuransikan, termasuk SPPG.
Selain dari sisi substansi, apakah ada tantangan administratif dalam program ini?
Baca juga : Menko Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri
Tentu. Kita belum bicara soal persoalan administratif, seperti verifikasi peserta, pembayaran premi, dan lain-lain. Semua itu butuh sumber daya yang tidak sedikit. Ini justru menambah beban sistem dan anggaran negara. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 14 Mei 2025 dengan judul "Banyak Penerima Manfaat Keracunan, Program MBG Diasuransikan, Perlukah? Media Wahyudi Askar: Asuransi Berdampak Ke Pemborosan Fiskal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.