BREAKING NEWS
 

Pelaksanaan Job Fair Di Era Digital, Dievaluasi Agar Berbasis Teknologi

Said Iqbal: Job Fair Kini Sudah Ketinggalan Zaman

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : DEDE HERMAWAN
Minggu, 8 Juni 2025 07:50 WIB
Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keraguan terhadap efektivitas job fair mengemuka setelah sebuah video viral di media sosial (medsos) menyebut ajang tersebut hanyalah formalitas semata. Dalam video itu, disebutkan bahwa job fair sekadar ajang pencitraan perusahaan dan pemenuhan target kinerja lembaga Pemerintah.

“Job fair itu omong kosong. Aku heran kok masih ada job fair zaman sekarang yang sudah serba online. Job fair itu cuma untuk branding perusahaan, bahkan kerja sama dengan dinas kementerian terkait demi KPI (target kinerja) kedinasaan,” bunyi narasi dalam video viral tersebut.

Di sisi lain, pelaksanaan job fair juga disorot karena adanya kericuhan saat pelaksanaan job fair Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Gedung Convention Center President University, Jababeka, Cikarang Utara pada 25 Mei 2025. Pencari kerja yang berjumlah sekitar 25.000 orang berdatangan untuk mencari peluang kerja pada 2.500 lowongan kerja di job fair tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli merespons anggapan soal pelaksanaan job fair hanya sekadar formalitas dari perusahaan. Yassierli mengakui bahwa hal itu tidak sepenuhnya salah. 

Baca juga : Immanuel Ebenezer (Noel): Dalam Job Fair Tak Ada Formalitas Kok

"Apakah ada perusahaan yang formalitas? Ya, saya juga tidak bisa mengatakan tidak. Tapi saya yakin, apa yang kita bangun bersama itu diapresiasi oleh pihak perusahaan," ujar Yassierli usai menghadiri Human Capital Summit 2025 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Ia mengatakan, perusahaan yang ikut job fair Pemerintah selalu rajin melapor data terkait jumlah lowongan dan pelamar yang telah terjaring. "Dan memang itu adalah satu kewajiban dari perusahaan untuk wajib lapor lowongan pekerjaan," tegasnya.

Yassierli melanjutkan, job fair memang sebaiknya tidak perlu terlalu sering dilakukan. Sebab, harus ada persiapan yang matang dan lengkap di lapangan. Antara lain mempersiapkan pengantar kerja dan konsultasi karier saat pelaksanaan job fair hingga informasi peluang wirausaha.

"Jadi kalau mau melaksanakan job fair mohon diperhatikan risiko. Dan kita berharap bahwa job fair itu hadir sebagai bukti kehadiran Pemerintah. Jangan sampai ada isu formalitas, lowongannya sedikit, kita berharap hal itu tidak terjadi," ungkap Yassierli.

Baca juga : 80 Persen Ekspor Bakal Bebas Tarif

Menurut Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Sunardi Manampiar Sinaga, ada banyak karyawan yang akhirnya diterima bekerja dari hasil rekrutmen ketika job fair. Sebab, dalam kegiatan job fair, banyak perusahaan ingin melihat langsung personal pelamar kerja dan bisa interview di lokasi dengan tidak dipungut biaya.

"Manfaat lainnya bahwa masyarakat pencari lowongan kerja dapat terbantu melihat berbagai lowongan kerja sehingga dapat menyesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki, bahkan ada juga yang konsultasi," tutur Sunardi.

Menanggapi keraguan sebagian masyarakat, sejumlah perusahaan peserta job fair menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam bursa kerja bukan sekadar pelengkap.

Perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Gilang Rizki menekankan bahwa pihaknya benar-benar mencari kandidat melalui job fair. "Kalau dari kami, enggak formalitas sih. Karena disini kami memang benar-benar mencari kandidat,” ujar Gilang.

Adsense

Baca juga : SOKSI Siap Menangkan Golkar Di Pemilu 2029

Gilang menyebutkan bahwa dalam beberapa pergelaran sebelumnya, pelamar yang datang melalui job fair telah melalui proses rekrutmen hingga menjadi pegawai. “Benar (akan ada yang dipanggil). Karena sudah beberapa job fair pun ada memang yang dipanggil sampai mereka ke tahap teller. Murni memang benar mencari kandidat terbaik,” tuturnya.

Senada dengan itu, Human Resource Development (HRD) Indomaret Jakarta 1, Ferri Ferdiawan menyatakan, keikutsertaan perusahaannya dalam job fair selalu disertai lowongan yang nyata. Menurut Ferri, perusahaan juga diwajibkan melaporkan hasil rekrutmen kepada pihak penyelenggara dan Dinas Ketenagakerjaan.

"Jelas kalau di kami di Indomaret sudah pasti ada lowongan, tidak mungkin perusahaan kami mengikuti kegiatan job fair tanpa adanya posisi yang dibuka. Setiap pelaksanaan job fair ini selesai, kami ada laporan. Nanti ada laporannya secara berkala ke Dinas Ketenagakerjaan, dan nanti sama panitia juga kami ada laporan,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense