Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dicurigai Cuma Acara Formalitas
Disnakertransgi Didorong Umumkan Hasil Job Fair
Minggu, 8 Juni 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta didorong mengumumkan hasil bursa lowongan kerja atau job fair. Sehingga dapat diketahui efektif atau tidaknya kegiatan tersebut dalam mengurangi pengangguran.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sungguh-sungguh dalam menggelar job fair untuk menyerap tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Untuk urusan job fair, kami tangani serius,” tegas Pram di SMK Miftahul Falah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2025).
Namun, menurutnya, kegiatan tersebut tidak dipublikasikan secara besar-besaran. Alasannya, supaya penjaringan calon pelamar kerja ini, benar-benar sesuai dengan kapasitas atau kebutuhan industri.
Baca juga : Portugal Vs Spanyol, Terobsesi Rekor
Pram menambahkan, proses link and match antara perusahaan dan pencari kerja sudah terjadi, dan beberapa pelamar bahkan langsung diterima bekerja.
Namun, dia merasa tidak perlu terlalu membesar-besarkan kegiatan ini. “Karena, memang kewajiban Pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja bagi warganya,” tandasnya.
Meski tidak diekspos besar-besaran, lanjut Pram, job fair tetap berjalan aktif di berbagai wilayah Jakarta. “Job fair terus berlangsung pada tingkat kecamatan, kelurahan,” ujarnya.
Job fair ini, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja di sektor publik, seperti Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta Pemadam Kebakaran (Damkar).
Baca juga : MotoGP, Marc Marquez Ngebet Adiknya Gabung Ducati
Job fair atau pameran kerja di berbagai tempat ini, dalam rangka memenuhi janji kampanye Pram yang dituangkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor e-0001 Tahun 2025.
Janji ini jadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Justin Adrian Untayana. Justin minta Disnakertransgi menginformasikan kepada publik, sudah berapa banyak job fair yang terlaksana, serta berapa tenaga kerja yang sudah terserap, melalui pameran-pameran tersebut.
“Untuk dapat kita ketahui bersama, apakah program ini tepat dan efektif untuk menurunkan angka pengangguran,” ujar Sekretaris Komisi EDPRD DKI ini.
Informasi hasil serapan tenaga kerja melalui job fair, lanjut dia, sangat penting sebagai indikator keberhasilan. “Untuk memastikan, program penanggulangan pengangguran ini, bukan formalitas semata,” tandasnya.
Baca juga : Selangkah Lagi, Garuda Tampil di Piala Dunia
Justin pun mengutip Survei Indikator bertajuk “Evaluasi Publik Atas Kinerja 100 Hari Gubernur-Gubernur di Jawa” yang diselenggarakan pada 12-19 Mei 2025, bahwa 47,3 persen atau hampir setengah dari responden tidak mengetahui keberadaan job fair.
Sedangkan 37,4 persen responden yang mengetahui job fair, mengaku kurang percaya program ini dapat menekan angka pengangguran di Jakarta.
Karena itu, Justin meminta Pemprov DKI melakukan upaya lain untuk mengatasi masalah pengangguran, bukan cuma job fair. Upaya tersebut dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang.
“Dari mulai insentif bagi perusahaan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah tertentu, sampai penyesuaian kurikulum sekolah dengan jenis industri yang masih akan berkembang pada era jasa dan teknologi ini,” sarannya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya